Memilih perhiasan emas untuk dipakai sehari-hari seringkali menimbulkan pertanyaan mengenai kadar yang paling sesuai. Perbedaan kadar seperti 18 karat dan 22 karat terletak pada proporsi emas murni dibandingkan campuran logam lain di dalamnya.
Direktur Business & Operation PT Hartadinata Abadi Tbk, Yudho Jatmiko, menjelaskan bahwa semakin tinggi angka karat pada emas, maka semakin besar pula kandungan emas murninya. “Perbedaan utama emas 18 karat, 22 karat, maupun kadar lainnya terletak pada komposisi emas murni dan campuran logam lain di dalam perhiasan. Semakin tinggi karatnya, semakin tinggi pula kandungan emas murninya,” ujar Yudho.
Bagi sebagian konsumen yang mengutamakan kadar tinggi, emas 18 karat bisa menjadi pilihan menarik untuk penggunaan sehari-hari. Namun, Yudho mengingatkan bahwa kadar emas yang lebih tinggi tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua jenis perhiasan maupun kebutuhan individu.
Dengan terus meningkatnya harga emas, banyak konsumen kini mulai mempertimbangkan penggunaan kadar emas yang lebih ‘muda’ atau lebih rendah untuk perhiasan yang dikenakan setiap hari.
Kadar Bukan Satu-satunya Penentu
Yudho menekankan bahwa pilihan kadar emas juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pengguna. Konsumen disarankan untuk menentukan terlebih dahulu tujuan penggunaan perhiasan dan seberapa sering perhiasan tersebut akan dipakai sebelum membuat keputusan pembelian.
“Untuk penggunaan sehari-hari, desain yang nyaman, praktis dan cukup kuat untuk mendukung aktivitas harian menjadi pertimbangan penting,” tambahnya. Selain kadar emas, faktor lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah desain, berat, serta kualitas pengerjaan perhiasan. Dengan mempertimbangkan semua aspek ini, pilihan perhiasan yang dibeli dapat lebih sesuai dengan fungsi dan preferensi pribadi.