Perkuat Karakter Pancasila: MPR dan Kemendikdasmen Sepakat Tingkatkan Pendidikan di Sekolah

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI Melchias Markus Mekeng dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyepakati pentingnya penguatan pendidikan Pancasila di sekolah. Langkah ini bertujuan untuk membentuk karakter yang kuat dan menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda, sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Melchias Markus Mekeng menyatakan bahwa FPG MPR RI memprakarsai diskusi penguatan Pancasila dalam ranah pendidikan sebagai bentuk perhatian mendalam terhadap pentingnya pembekalan falsafah negara sejak dini bagi generasi penerus bangsa. Mekeng menekankan bahwa Indonesia yang kini memiliki lebih dari 280 juta penduduk dan tengah menuju Indonesia Emas, rentan goyah jika generasi mudanya tidak dibekali dengan dasar negara, yaitu Pancasila.

Pernyataan ini disampaikan Mekeng dan Mu’ti usai menghadiri Lokakarya Akademik FPG MPR RI yang bertema ‘Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional’. Acara tersebut diselenggarakan di Ballroom Hotel Harris Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (29/9).

Mekeng berpendapat bahwa Pancasila tidak cukup hanya diajarkan sebagai pengetahuan semata, melainkan harus terinternalisasi menjadi nilai yang tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa. Ia mencontohkan sikap santun kepada guru dan orang tua, serta kebiasaan berbicara dengan baik sebagai bentuk implementasi nilai Pancasila.

“Kita ingin kembali Pancasila itu masukkan ke dalam mata pelajaran utama di sekolah,” ujar Mekeng, seraya mengusulkan agar penguatan ini diintegrasikan dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Ia juga mengingatkan kembali masa ketika Pendidikan Moral Pancasila (PMP) menjadi komponen krusial dalam pendidikan.

Lebih lanjut, Mekeng juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan mengenai kebersihan sejak usia dini. Menurutnya, pembiasaan hidup bersih harus menjadi bagian integral dari pendidikan untuk mencegah masalah sampah yang lebih besar di masa depan. “Mindset kebersihan itu harus masuk juga di dalam pelajaran kita, anak-anak mulai dari tingkat paling bawah,” tegasnya.

Abdul Mu’ti menyambut baik lokakarya yang diselenggarakan oleh FPG MPR RI. Ia mengungkapkan bahwa gagasan penguatan pendidikan Pancasila sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen yang berfokus pada penguatan karakter, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Kami merasa bahwa yang dilakukan oleh Fraksi Partai Golkar ini sejalan dengan apa yang menjadi arah kebijakan Kemendikdasmen di masa depan tentang penguatan karakter bangsa,” kata Mu’ti.

Mu’ti menambahkan bahwa pemerintah, bersama DPR dan MPR, akan berupaya memperjuangkan penguatan pembelajaran Pancasila. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menegaskan kembali Pendidikan Moral Pancasila, sebagaimana pernah diterapkan dalam sistem pendidikan nasional sebelumnya.

Selain melalui pembelajaran formal di kelas, nilai-nilai Pancasila juga akan diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kurikulum tersembunyi. Kegiatan seperti Pramuka, Paskibraka, dan Korps Kadet dinilai sebagai sarana efektif bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Mu’ti juga menekankan pentingnya penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat melalui Gerakan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, agar nilai tersebut tidak hanya menjadi materi pelajaran, tetapi dapat diamalkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa.

Tinggalkan komentar