Peristiwa perampokan yang berujung hakim massa terjadi di sebuah gerai penarikan uang di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat. Pelaku berinisial A berhasil ditangkap warga setelah sempat memukul dan memborgol pegawai gerai tersebut. Kejadian ini bermula saat korban baru saja membuka gerai.
Menurut Kapolsek Klapanunggal AKP Asep Syaifurrohman, pelaku menghampiri korban dengan modus mengaku ditipu dan menunjukkan struk pengambilan uang. “Setelah toko (gerai penarikan uang) terbuka dan di saat korban berada di dalam toko, ternyata orang tersebut (pelaku) langsung menghampiri korban, dan berkata bahwa pelaku merasa ditipu sambil menunjukkan struk pengambilan uang,” ujar Asep kepada wartawan, Jumat (3/10/2026).
Asep menjelaskan, ucapan pelaku diduga hanya taktik untuk mengalihkan perhatian. Seketika itu juga, pelaku langsung memukul korban dan memborgol tangannya ke pagar rolling door toko. “Kemudian pelaku langsung menampar korban dan memukul menggunakan borgol mengenai pelipis mata kiri korban, dan tangan korban juga langsung di borgol dan dikaitkan ke pagar rolling door toko,” jelas Asep.
Pelaku diketahui belum sempat mengambil harta korban maupun barang berharga di dalam gerai. Korban kemudian berteriak minta tolong, yang segera direspons warga yang datang dan membantu mengamankan pelaku. “Di situ korban berteriak dan langsung warga berdatangan, yang kemudian membantu korban dan mengamankan pelaku,” kata Asep.
Petugas kepolisian dari Polsek Klapanunggal segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa pelaku untuk penanganan lebih lanjut. “Kemudian piket fungsi bersama dengan anggota reskrim langsung mendatangi TKP, dan kemudian langsung pelaku dibawa ke Polsek Klapanunggal untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” imbuhnya.
Saat ini pelaku masih ditahan di Polsek Klapanunggal. Kondisinya dilaporkan terus mengamuk sehingga belum dapat dimintai keterangan. “Iya betul, cuma kita belum tau nih dia dapat borgol dari mana. Sampai saat ini belum bisa kita mintai keterangan, karena memang pelakunya masih belum tenang (ngamuk-ngamuk),” kata Asep.
Asep menambahkan, pelaku sempat diamuk massa sehingga rencananya untuk dibawa ke rumah sakit terpaksa dibatalkan karena pelaku terus mengamuk. “Tadi mau kita bawa ke rumah sakit untuk diobati karena dia sempat diamuk massa juga kan, cuma pihak puskesmas belum berani tangani, karena pas mau dibawa dia (pelaku) ngamuk-ngamuk. Jadi dia baru dikasih obat penenang aja,” tutupnya.