Pelecehan Seksual di KRL: Pelaku Diamankan Setelah Korban Menangis dan Penumpang Bereaksi

JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita menangis ketakutan di dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta Kota-Nambo beredar luas di media sosial. Peristiwa dugaan pelecehan seksual ini berujung pada penangkapan terduga pelaku oleh petugas keamanan stasiun.

Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat duduk di kursi penumpang dengan kondisi gemetar dan menangis. Penumpang lain yang berada di gerbong yang sama terlihat bereaksi dengan melabrak dan memaki pria yang diduga sebagai pelaku.

Manajer Humas KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin (28/9). Petugas keamanan kereta dan stasiun segera bertindak setelah menerima laporan dari penumpang mengenai kejadian tersebut.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pengamanan kereta (pam walka) bersama petugas pengamanan stasiun segera mengamankan terduga pelaku,” ujar Leza.

Pelaku dan korban kemudian dibawa ke pos pengamanan di Stasiun Lenteng Agung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di hadapan petugas, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

“Kami tidak akan menoleransi tindakan-tindakan kriminalitas, termasuk kekerasan seksual, di Commuter Line atau stasiun,” tegas Leza.

Pelaku Masuk Daftar Hitam

KAI Commuter mengapresiasi kepedulian dan keberanian penumpang lain yang membantu korban dan melawan tindakan pelecehan seksual tersebut. Dalam video yang viral, terlihat penumpang perempuan secara langsung melabrak pelaku, sementara penumpang pria juga menunjukkan emosi dengan memukul pelaku.

“KAI Commuter menyampaikan terima kasih kepada pengguna lainnya yang peduli terhadap pengguna lain yang menjadi korban dan segera melaporkan tindakan pelaku kepada petugas,” tambah Leza.

Sebagai langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang, pelaku pelecehan seksual tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar hitam penumpang (blacklist). KAI Commuter juga menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan seluruh pengguna Commuter Line dan memastikan akan mendampingi korban hingga proses penyerahan kepada pihak berwajib selesai.

Tinggalkan komentar