Pemerintah Kabupaten Badung berhasil memanen 26 ton bawang merah varietas Super Philip dari lahan seluas 2 hektar di wilayah Subak Delod Sema, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi. Panen raya ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan laju inflasi.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, mengemukakan bahwa Kabupaten Badung memiliki potensi besar dalam budidaya bawang merah. “Hari ini petani membuktikan bahwa Kabupaten Badung sangat potensial untuk budidaya bawang merah sesuai arahan teknis Dinas Pertanian. Dari total 12 hektar pengembangan di Badung, wilayah Sading mendapat jatah 2 hektar yang hasilnya sangat baik,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2026).
Kualitas panen di kawasan tersebut dinilai optimal, di mana setiap rumpun mampu menghasilkan 8 hingga 9 butir bawang merah, bahkan lebih. Capaian produksi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, melengkapi komoditas utama Kabupaten Badung seperti beras.
“Hasil panennya sangat baik dengan jumlah butiran di setiap rumpun mencapai 8 sampai 9 bahkan lebih. Produksi ini sejalan dengan kebijakan Bapak Bupati untuk mendorong sektor pertanian agar terus bangkit,” tambahnya.
Agus menjelaskan bahwa bawang merah diposisikan sebagai komoditas strategis daerah karena pergerakan harganya sering kali menjadi pemicu utama inflasi. Ketersediaan stok lokal yang stabil dinilai efektif dalam mencegah lonjakan harga yang berlebihan di pasaran.
“Bawang merah ini komoditas strategis yang tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga berpengaruh pada pengendalian inflasi daerah. Kami bersyukur ketersediaan bawang di Badung terjaga baik dari hasil petani lokal maupun pasokan luar sehingga harga tidak melonjak,” tuturnya.
Para petani diimbau untuk terus membudidayakan bawang merah secara berselang-seling di antara musim tanam padi. Langkah rotasi tanaman ini didukung oleh pendampingan teknis yang berkelanjutan dari jajaran Dinas Pertanian dan Pangan.
“Kami mendorong petani khususnya di Subak Delod Sema agar terus menanam bawang merah di sela-sela budidaya padi. Hasilnya bagus dan metode pengerjaannya berjalan baik berkat pendampingan rutin dari dinas,” ucapnya.
Pemerintah daerah kini berfokus pada pembangunan ekosistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Keterlibatan Perumda Pasar dan Pangan Badung disiapkan untuk menyerap hasil panen petani guna mencegah merosotnya harga di tingkat produsen.
“Kendalanya tentu kita harus punya ekosistem terintegrasi antara produsen, konsumen, dan Perumda Pasar sebagai offtaker. Pemkab Badung mendorong optimalisasi Perumda Pasar untuk menyerap produk tani dan membuka akses hingga ke sektor pariwisata,” tegas Agus.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung secara gencar mendorong petani untuk merotasi tanaman padi dengan komoditas hortikultura demi menjaga kesuburan tanah. Langkah ini dilakukan agar lahan pertanian tidak mengalami penurunan produksi akibat peningkatan tingkat keasaman tanah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Anak Agung Raka Sukadana, mengimbau para petani untuk tidak hanya berfokus pada tanaman padi, tetapi juga menerapkan pola tanam palawija dan hortikultura secara berkelanjutan.
“Selain padi, petani wajib mengatur pola tanam palawija. Dalam hal ini adalah hortikultura ini harus kita galakkan, karena ini juga akan berdampak terhadap kesuburan tanah,” kata Raka Sukadana.
Raka Sukadana menambahkan bahwa para petani di Subak Delod Sema telah menyepakati pembentukan kelompok tani khusus penanaman hortikultura. Kelompok tani ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi bawang merah, mengingat hasil panen sebelumnya telah sukses diserap pasar.
“Nah, untuk ke depan, kami sudah berdiskusi dengan beberapa petani, akan dibentuk suatu kelompok. Nah, kelompok tani yang khusus untuk menanam horti, dalam hal ini adalah bawang merah,” pungkasnya.
Raka Sukadana juga menegaskan bahwa program diversifikasi dan pengembangan kawasan hortikultura ini diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2027 mendatang. Selain di Kecamatan Mengwi, sebaran lokasi penanaman bawang merah juga diperluas ke wilayah Kecamatan Petang hingga Abiansemal.