Sejumlah pemimpin negara dari kawasan Jazirah Arab mengirimkan ucapan duka cita mendalam dan solidaritas kepada Pemerintah serta rakyat Indonesia terkait musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8. Kapal tersebut tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, dan mengakibatkan puluhan korban jiwa, puluhan luka-luka, serta puluhan penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Dukungan moral dan simpati ini ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dari para kepala negara Arab.
Simpati Mengalir dari Arab Saudi, Qatar, hingga Oman
Raja Arab Saudi, Pelindung Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, menyampaikan pernyataan duka cita secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa Raja Salman menyampaikan empati yang mendalam bagi seluruh keluarga korban serta rakyat Indonesia yang berduka. Pesan belasungkawa serupa juga dikirimkan oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri (PM) Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.
Dari Qatar, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani juga menyampaikan ucapan duka dan solidaritas atas musibah tersebut kepada Presiden Prabowo, seperti dilaporkan Qatar News Agency (QNA). Wakil Emir Qatar Sheikh Abdullah bin Hamad Al-Thani serta PM sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammad bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani turut mengirimkan pesan empati dan mendoakan agar seluruh korban cedera dapat segera pulih.
Sultan Oman Haitham bin Tarik turut melayangkan pesan resmi melalui Oman News Agency, menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa masyarakat Indonesia di perairan Laut Jawa.
Data Korban dan Kelanjutan Operasi SAR
KMP Virgo Transport 8 dilaporkan bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal tersebut hilang kontak di Perairan Masalembo pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA sebelum akhirnya dipastikan mengalami kecelakaan dan karam.
Berdasarkan data resmi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Sabtu (26/9/2026) pukul 19.00 WITA, dari total 243 penumpang dan awak kapal, korban yang ditemukan sebanyak 172 jiwa. Sebanyak 108 orang selamat, 64 orang meninggal dunia, sementara 71 orang lainnya masih dalam pencarian.
Kementerian Perhubungan RI memastikan bahwa operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan akan terus dilanjutkan secara intensif. Pemerintah mengedepankan sinergi lintas lembaga, efektivitas pencarian, serta keselamatan tim personel di lapangan untuk menemukan sisa korban yang belum teridentifikasi.
Perairan Masalembo, wilayah laut yang menghubungkan Jawa, Madura, dan Kalimantan, telah lama dikenal oleh para pelaut sebagai salah satu jalur pelayaran dengan karakteristik gelombang dan arus laut yang dinamis. Wilayah ini sering menjadi lokasi pertemuan arus laut kuat dari Laut Jawa dan Selat Makassar, yang dapat menciptakan gejolak cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan pelayaran.
Musibah karamnya KMP Virgo Transport 8 kembali menjadi sorotan penting terkait tantangan keselamatan transportasi laut antar-pulau di Indonesia. Dengan tingginya mobilitas penumpang dan logistik di jalur pelayaran Jawa–Kalimantan, penguatan standar keselamatan kapal, mitigasi cuaca buruk, serta kesiapsiagaan operasi SAR maritim menjadi fokus prioritas Pemerintah untuk mencegah berulangnya tragedi serupa di masa depan.