Jakarta – Kementerian Kebudayaan menggelar Pentas Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) 2026 di Amfiteater Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian KILA 2026 yang diselenggarakan sebagai wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan karya dan kemampuan mereka melalui pertunjukan musik.
Program KILA, yang telah berjalan sejak 2020, digagas oleh Direktorat Film, Musik, dan Seni, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Tujuannya adalah untuk mendorong penciptaan, pengembangan, serta pemasyarakatan lagu anak Indonesia yang tidak hanya bermakna tetapi juga mendidik.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya lagu anak dalam memperkenalkan bahasa dan budaya sejak dini. Ia menyatakan bahwa kesederhanaan lirik dan rima dalam lagu anak mampu membangun kedekatan emosional sekaligus menyisipkan nilai-nilai positif.
“Lagu anak-anak merupakan satu perpaduan dari kesederhanaan, rimanya sederhana, dan ada koneksi emosi yang dijalin untuk memberikan pengenalan awal terhadap bahasa dan budaya, serta terutama untuk kesenangan dan kebahagiaan anak-anak,” ujar Fadli dalam keterangannya pada Senin (28/9/2026).
Lebih lanjut, Fadli menambahkan bahwa lagu anak dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya terus mendorong karya-karya yang relevan dengan dunia anak.
“Melalui program KILA, Kementerian Kebudayaan berkomitmen menghidupkan kembali lagu-lagu anak Indonesia yang bermakna, mendidik sekaligus membentuk karakter. Komitmen itu kita wujudkan melalui pementasan yang digarap dengan penuh dedikasi oleh anak-anak berbakat, termasuk para pemenang lomba KILA dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.
Pentas KILA 2026 menampilkan berbagai lagu yang dibawakan oleh Duta KILA. Pertunjukan meliputi medley lagu dolanan seperti ‘Ayo Jujur’, ‘Main Petak Umpet’, dan ‘Sinau’. Selain itu, lagu bertema persahabatan seperti ‘Cinta Semua Temanku’, ‘Berteman Itu Indah’, serta ‘Kita Pasti Bisa’ juga turut dipersembahkan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan lagu-lagu yang bertemakan anak Indonesia dan cinta Tanah Air, di antaranya ‘Bersatu Dalam Perbedaan’, ‘Indonesia Kaya’, dan ‘Tujuh Kebiasaan Hebatku’. Lagu-lagu finalis dari Lomba Cipta Lagu Anak 2026 juga turut mengisi acara.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KILA 2026. Dukungan datang dari para juri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta para orang tua.
“Semoga kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkarya,” harap Irini.
Sebagai informasi, KILA 2026 telah melalui serangkaian tahapan sejak pendaftaran dibuka pada 22 Juni hingga 12 September 2026. Dari total 971 pendaftar awal, sebanyak 814 peserta berhasil menjadi pendaftar resmi. Peserta terbagi dalam 168 orang untuk Lomba Cipta Lagu dan 646 orang untuk Lomba Menyanyi Lagu Anak, dengan kelompok usia pendengar yang sama, yaitu 5-13 tahun.
Melalui proses kurasi yang ketat, terpilih enam lagu terbaik untuk Lomba Cipta Lagu dan 30 peserta terbaik untuk Lomba Menyanyi Lagu Anak. Ke-30 peserta ini kemudian mengikuti audisi hibrida pada 26 September 2026 untuk menentukan para pemenang.
Dalam Lomba Cipta Lagu Anak, ‘Jaga Bumi Kita’ karya Michael Soerjonoto, Joan Mercy T, dan Ignatius Marvin K berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati oleh ‘Jaga Bumi’ karya Ari Fatmawati, sementara ‘Payung Raksasa’ karya Alan Wijanarko berada di urutan ketiga. ‘Kerbau Lucu’ karya Alfian Ghoffar Alam meraih juara favorit.
Untuk Lomba Menyanyi Lagu Anak, Jolly Jeanne dari Kalimantan Barat meraih Juara 1. Juara 2 diraih oleh Putu Pradnya Ananta Putra dari Bali, dan Juara 3 adalah Naiya Naqqiya dari DI Yogyakarta. Kategori favorit dimenangkan oleh Ilona Zea Karaleah dari DKI Jakarta.
KILA, sebagai program tahunan Direktorat Film, Musik, dan Seni, telah berlangsung sejak 2020. Selain lomba dan pentas, program ini juga mengembangkan ruang pembelajaran melalui Akademi KILA serta mengadakan workshop untuk tenaga pengajar pada tahun 2025.
Sejak awal penyelenggaraannya pada 2020, KILA telah melahirkan sejumlah talenta penyanyi cilik yang kemudian didapuk menjadi Duta KILA. Hingga kini, terdapat 36 Duta KILA yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
Beberapa Duta KILA juga telah menorehkan prestasi di tingkat internasional. Mereka berhasil menjadi juara di San Remo Junior 2025, tampil dalam pergelaran seriosa di Austria Embassy, serta terpilih mewakili Indonesia dalam V International Children’s Cultural Forum 2026 di Moskow, Rusia.
Pentas KILA 2026 dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bersama jajaran Kementerian Kebudayaan. Pejabat yang hadir antara lain Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana dan Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra.