Polisi telah mengungkap penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Insiden yang terjadi pada Senin (28/9/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB ini melibatkan mobil pemadam kebakaran (damkar), ambulans, bus TransJakarta, serta tiga kendaraan lainnya.
Menurut keterangan awal dari kepolisian, kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh kurangnya konsentrasi pengemudi mobil damkar yang kemudian hilang kendali. “Masih dalam tahap pemeriksaan, keterangan awal anggota di TKP (tempat kejadian perkara) karena kurang konsentrasi out of control,” ujar Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa.
Kharisma menambahkan bahwa pihaknya akan mendalami lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan dengan memeriksa rekaman CCTV, keterangan saksi, bukti-bukti di lokasi, serta mendengarkan keterangan dari pengemudi mobil damkar. Ia memastikan semua elemen akan diperiksa untuk mendapatkan gambaran yang utuh.
Dalam insiden ini, ambulans yang terlibat dilaporkan tidak sedang membawa pasien. Kendaraan tersebut hanya berisi pengemudi dan operatornya. “Ambulans tidak membawa pasien, hanya sopir dan operator,” jelasnya.
Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Tiga korban tersebut adalah pengemudi ambulans, pengemudi truk, dan pengemudi mobil Honda Mobilio.
Enam kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah mobil damkar bernomor polisi B-9410-BQ, truk Colt Diesel B-9684-BDG, ambulans B-1564-PHX, Honda Mobilio B-2450-UOY, Toyota Calya B-1793-DZW, dan bus Transjakarta B-7123-TGX.
Peristiwa bermula ketika mobil damkar yang dikemudikan oleh GG melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Raya Bekasi. Sesampainya di dekat United Tractors, wilayah Jakarta Utara, kendaraan damkar tersebut diduga hilang konsentrasi atau kurang berhati-hati sehingga menabrak truk Colt Diesel di depannya.
Akibat benturan tersebut, truk Colt Diesel terdorong ke depan dan kemudian menabrak ambulans, mobil Honda Mobilio, mobil Toyota Calya, serta bus Transjakarta yang berada di belakangnya, menciptakan rangkaian tabrakan beruntun.