Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara yang berhasil mencatatkan transaksi senilai Rp2,843 triliun. Misi ini bertujuan memperluas akses pasar, memperkuat jejaring pelaku usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah.
Dalam misi tersebut, transaksi penjualan produk Jawa Timur ke Sumatera Utara mencapai Rp2,721 triliun, sementara pembelian produk Sumatera Utara oleh pelaku usaha Jawa Timur tercatat sebesar Rp121,592 miliar. Acara yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Angkasa Medan ini menandai komitmen kedua provinsi untuk membangun hubungan perdagangan yang berkelanjutan.
Berbagai komoditas dari Jawa Timur laris manis di Sumatera Utara, meliputi olahan daging unggas, susu, gula aren, telur, produk fashion, olahan perikanan, pupuk, beras premium, kopi, hingga sepatu kulit. Sementara itu, produk Sumatera Utara yang diminati pelaku usaha Jawa Timur antara lain wortel, jeruk, kepiting pasteurisasi, dan kopi.
Khofifah menekankan bahwa misi dagang ini tidak hanya mengejar nilai transaksi, tetapi juga membangun kemitraan yang saling menguntungkan. “Mari kita bangun kebersamaan ini, kita harus tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama dan sejahtera bersama,” ujarnya.
Tujuan utama misi dagang ini adalah memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk menemukan pasar baru guna mendukung pengembangan kapasitas produksi dan usaha mereka. Misi ini juga menjadi forum strategis untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi masing-masing daerah.
Pengalaman pelaku usaha Jawa Timur dalam mengakses pasar internasional dinilai dapat membantu memperluas pemasaran komoditas Sumatera Utara. Sebaliknya, Jawa Timur dapat memenuhi kebutuhan pasokan komoditas unggulan dari Sumatera Utara.
Khofifah menyoroti potensi besar pada komoditas kopi dan arang. Ia melihat peluang kerja sama dalam penguatan perdagangan kopi, meskipun masih ada tantangan dalam memperoleh bibit berkualitas tinggi untuk meningkatkan produktivitas. Untuk komoditas arang, baik arang kayu maupun batok kelapa, Khofifah melihat permintaan pasar global yang luar biasa.
Ia mendorong kedua daerah untuk membangun hubungan perdagangan yang saling melengkapi dan menciptakan simbiosis mutualisme. Penguatan communal branding juga diusulkan sebagai strategi untuk mengonsolidasikan produk pelaku usaha agar mampu memenuhi permintaan pasar dalam skala besar.
Beberapa komitmen perdagangan besar mendukung nilai transaksi ini. PT Putra Prima Mandiri Kediri, misalnya, menjual berbagai produk peternakan seperti daging unggas, susu, dan telur kepada CV Kencana Harapan Agung Istimewa di Medan. PT Central Proteina Prima Surabaya juga menjual pakan ikan, sementara PT Bumi Menara Internusa Surabaya membeli kepiting pasteurisasi.
Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, mengapresiasi kunjungan Gubernur Khofifah dan rombongan. Ia mengenang bantuan Khofifah saat bencana di Sumatera Utara tahun sebelumnya dan memuji konsistensi Jawa Timur dalam menjalankan misi dagang antardaerah. Bobby mencatat nilai transaksi telah mencapai sekitar Rp2,288 triliun hingga siang hari dan terus bertambah.
Bobby melihat besarnya transaksi produk Jawa Timur yang masuk ke Sumatera Utara sebagai pembelajaran bagi pelaku usaha lokal untuk memahami kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing. Ia berharap misi dagang selanjutnya dapat meningkatkan angka perdagangan kedua provinsi, bahkan mencapai Rp4 triliun dengan porsi yang seimbang antara ekspor Jatim dan Sumut.