Manchester City Terancam Kehilangan Gelar, Sejumlah Klub Pernah Alami Hal Serupa

Manchester City berpotensi menghadapi sanksi pencabutan trofi menyusul tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League. Klub berjuluk The Citizens ini dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan yang meliputi periode 2009 hingga 2018, di mana mereka berhasil meraih tiga gelar Premier League. Hingga kini, belum ada gelar Manchester City yang dicabut dan sanksi final masih menunggu penentuan.

Jika pencabutan gelar menjadi salah satu hukuman yang dijatuhkan, Manchester City tidak akan menjadi klub pertama yang mengalami nasib serupa. Sejumlah klub dari berbagai negara pernah kehilangan trofi yang telah diraihnya akibat berbagai pelanggaran.

Senegal (Piala Afrika 2025)

Senegal awalnya keluar sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Maroko di partai final. Namun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) kemudian mengubah hasil akhir pertandingan menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko. Perubahan ini terjadi setelah Senegal dinyatakan melakukan forfait. Senegal mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Marseille (1992/93)

Klub asal Prancis, Marseille, berhasil menjuarai Ligue 1 dan Liga Champions pada musim 1992/93. Namun, gelar Ligue 1 mereka harus dicabut setelah terbukti terlibat dalam kasus pengaturan pertandingan. Presiden Marseille, Bernard Tapie, terbukti mengatur pemberian suap kepada pemain Valenciennes. Akibat skandal ini, Marseille juga terdegradasi ke Ligue 2. Gelar Ligue 1 musim tersebut tidak diberikan kepada Paris Saint-Germain yang finis sebagai runner-up.

Juventus (2004/05 dan 2005/06)

Juventus kehilangan dua gelar Serie A Italia akibat skandal Calciopoli. Direktur Umum Juventus saat itu, Luciano Moggi, dinyatakan bersalah karena memanipulasi penunjukan wasit demi keuntungan klub. Juventus akhirnya dicabut gelarnya dan terdegradasi ke Serie B. Gelar musim 2005/06 diberikan kepada Inter Milan, sementara gelar musim 2004/05 tidak diberikan kepada klub mana pun.

Genoa (2004/05)

Genoa juga pernah kehilangan gelar Serie B Italia. Klub ini terbukti membayar pejabat Venezia sebesar 250 ribu euro untuk mengatur jalannya pertandingan. Federasi Sepak Bola Italia kemudian mencabut gelar Genoa dan menempatkan mereka di posisi terbawah klasemen. Akibatnya, Genoa yang seharusnya promosi ke Serie A justru harus terdegradasi ke Serie C1.

Shanghai Shenhua (2003)

Shanghai Shenhua kehilangan gelar Liga China 2003 hampir satu dekade setelah musim tersebut berakhir. Pada tahun 2011, penyelidikan mengungkap keterlibatan pejabat klub dalam praktik suap untuk mengatur pertandingan. Akhirnya, pada tahun 2013, gelar Shenhua dicabut dan musim 2003 dinyatakan tanpa juara.

Bagaimana dengan Manchester City?

Manchester City kini tengah menanti keputusan mengenai sanksi yang akan mereka terima setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan finansial Premier League. Periode yang tercakup dalam kasus ini adalah saat City meraih tiga gelar Premier League. Belum dapat dipastikan apakah trofi-trofi tersebut akan turut dicabut. Jika sanksi yang dijatuhkan mencakup pencabutan gelar, maka Manchester City akan menambah daftar panjang klub yang pernah kehilangan trofi setelah kompetisi berakhir.

Tinggalkan komentar