Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) kini menangani dugaan tindak pidana terkait tenggelamnya kapal motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Pelimpahan penanganan perkara ini dilakukan dari Polda Kalimantan Selatan kepada Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa pelimpahan ini merupakan bagian dari keberlanjutan proses penanganan yang telah dilaksanakan secara terpadu bersama pemangku kepentingan terkait sejak awal. “Polri sejak awal turut memberikan asistensi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi, identifikasi korban, hingga proses penegakan hukum,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Johnny, Polri bersama Basarnas, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan terpadu. Ini mencakup dukungan operasi SAR, evakuasi, pelayanan kepada korban dan keluarga, serta proses penyelidikan dan penyidikan.

“Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pihak yang diperiksa meliputi nakhoda, ABK yang selamat, serta pihak terkait lainnya.

Johnny menekankan bahwa penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait. Hal ini bertujuan agar setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Operasi SAR KM Virgo Transport 8 sendiri masih terus berlangsung melalui kerja sama tim SAR gabungan. Hingga tanggal 28 September 2026, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 174 orang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat, 66 orang meninggal dunia, dan 69 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Dalam operasi pencarian dan penanganan korban, Polri memberikan dukungan melalui unsur kapal, udara, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI). Tim DVI bekerja sama dengan unsur terkait untuk melakukan identifikasi terhadap korban meninggal dengan mencocokkan data ante-mortem dari keluarga dengan data post mortem korban.

Johnny menegaskan bahwa penanganan terhadap korban dan keluarga menjadi perhatian bersama seluruh unsur yang terlibat. Polri menyampaikan empati dan belasungkawa kepada keluarga korban, serta terus memberikan pelayanan dan dukungan selama proses pencarian maupun identifikasi berlangsung. “Kami memahami bahwa keluarga membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan,” ucapnya.

Tinggalkan komentar