Lamaran Anak, Bamsoet Tekankan Persaudaraan Lintas Partai Politik

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, bersama istrinya Lenny Sri Mulyani, secara resmi menerima lamaran dari keluarga besar musisi Melly Goeslaw dan suaminya, Anto Hoed. Lamaran ini diajukan untuk putri mereka, Belizza Shintya Putri (Bella), yang dipinang oleh putra Melly Goeslaw dan Anto Hoed, Hoed (Abe).

Momen lamaran yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (26/9) itu menjadi pertemuan istimewa antara dua keluarga yang memiliki latar belakang politik berbeda. Bamsoet merupakan politikus dari Partai Golkar, sementara Melly Goeslaw dan Anto Hoed berasal dari Partai Gerindra.

Bamsoet menyatakan kebahagiaan dan rasa syukurnya atas niat baik keluarga Anto Hoed dan Melly Goeslaw. Ia melihat lamaran ini sebagai awal perjalanan Bella dan Abe dalam membangun rumah tangga yang penuh tanggung jawab, saling menghormati, dan saling menguatkan.

“Sebagai orangtua, tentu kami merasa bahagia dan bersyukur ketika menerima kedatangan keluarga Mas Anto dan Mbak Melly untuk menyampaikan niat baik meminang putri kami, Bella. Bagi kami, lamaran ini merupakan awal dari perjalanan dua anak muda untuk membangun kehidupan bersama dengan penuh tanggung jawab, saling menghormati dan saling menguatkan,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya pada Senin (28/9/2026).

Ia menekankan bahwa pernikahan pada hakikatnya tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempertemukan dua keluarga. Oleh karena itu, proses menuju jenjang pernikahan harus dijalani dalam suasana kehangatan, saling menghormati, dan keterbukaan dalam berkomunikasi.

Bamsoet menyambut baik kedatangan keluarga Anto Hoed dan Melly Goeslaw, serta menghargai niat baik yang telah disampaikan. “Kami menerima lamaran ini dengan hati yang terbuka dan penuh rasa syukur. Saya sekeluarga tentu berharap Bella dan Abe dapat menjalani setiap tahapan menuju pernikahan dengan matang. Mereka perlu memahami bahwa kehidupan berumah tangga membutuhkan kesabaran, komunikasi, komitmen, kemampuan menyelesaikan perbedaan, dan yang paling penting adalah kesediaan untuk terus belajar menjadi pasangan yang lebih baik,” kata Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menyoroti bahwa perbedaan latar belakang keluarga, profesi, maupun aktivitas politik tidak menjadi penghalang terjalinnya hubungan harmonis. Ia menegaskan bahwa dalam kehidupan keluarga, yang dibangun adalah persaudaraan.

“Kalau berbicara politik, saya dan Mbak Melly memang berasal dari partai yang berbeda. Saya dari Partai Golkar, sedangkan Mbak Melly dari Partai Gerindra. Tetapi dalam kehidupan keluarga, yang kita bangun adalah persaudaraan. Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi, sementara hubungan kekeluargaan adalah ruang untuk saling menghargai dan menjaga kebersamaan,” tutur Bamsoet.

Menurut Bamsoet, keberagaman latar belakang justru dapat menjadi kekuatan bagi keluarga besar yang akan terbentuk. Ia berpendapat bahwa perbedaan pilihan dan pandangan dalam masyarakat adalah hal yang wajar, asalkan ditempatkan secara proporsional dan tidak menghilangkan rasa saling menghormati.

“Bagaimanapun, hubungan antarmanusia harus lebih besar dari sebuah pilihan politik. Karena itu, saya berharap momentum lamaran Bella dan Abe ini menjadi pengingat bahwa berbeda pilihan politik bukan alasan untuk berbeda dalam kasih sayang, persahabatan, dan persaudaraan. Kalau dua keluarga bisa bersatu karena cinta anak-anak mereka, mengapa masyarakat Indonesia harus terpecah hanya karena berbeda pilihan politik?” pungkasnya.

Tinggalkan komentar