Sevilla – Pelatih tim nasional Kroasia, Slaven Bilic, melontarkan kritik tajam terhadap penampilan anak asuhnya setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Spanyol dalam lanjutan UEFA Nations League. Menurut Bilic, para pemainnya, termasuk Mateo Kovacic, seolah memberikan panggung terlalu lebar bagi La Furia Roja untuk mendominasi pertandingan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan pada Rabu (30/9/2026) dini hari WIB itu langsung diawali keunggulan Spanyol melalui gol cepat Lamine Yamal di menit ke-2. Kroasia sempat menyamakan kedudukan melalui Dion Drena Beljo pada menit ke-28, namun keunggulan kembali direbut Spanyol berkat gol Marc Pubill di menit ke-31, menutup babak pertama dengan skor 2-1 untuk tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Spanyol semakin tak terbendung. Yamal kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63, sebelum Nico Williams mengunci kemenangan telak 4-1 bagi tim Matador di menit ke-89. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 40 laga beruntun.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Spanyol yang signifikan. Tim tuan rumah menguasai 60 persen penguasaan bola dan melepaskan total 16 tembakan yang berujung empat gol. Sebaliknya, Kroasia hanya mampu menciptakan lima percobaan ke gawang Spanyol, meskipun satu di antaranya berbuah gol.
Bilic menyatakan ketidakpuasannya terhadap sikap permisif timnya yang dinilainya terlalu mudah memberikan ruang kepada Spanyol. Ia berharap ada peningkatan performa yang drastis saat kedua tim kembali bertemu di Split pada 7 Oktober mendatang.
“Ini adalah malam yang berat. Buruk dalam segala aspek. Sungguh mengecewakan. Hasilnya buruk, rasanya pun tidak enak. Situasinya belum sampai mengkhawatirkan, tetapi kami tidak bisa bermain dengan minim agresivitas seperti itu,” ujar Bilic usai laga, seperti dikutip dari Marca.
“Kami tidak bisa datang ke sini hanya untuk menjadi bagian dari perayaan lawan. Bukan seperti itu karakter kami. Selamat untuk Spanyol. Kami masih memiliki leg kedua; kami akan tampil sebagai tim yang berbeda,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bilic menyayangkan gol cepat yang bersarang di gawang timnya di awal pertandingan, yang menurutnya membuat segalanya menjadi lebih sulit. “Berat rasanya kebobolan tepat di awal pertandingan. Kami tidak bermain cerdas di banyak fase permainan. Saat kami berhasil menyamakan kedudukan, kami kurang tenang,” jelas Bilic.
Ia juga menyoroti kegagalan timnya dalam mengantisipasi serangan dari sisi kiri lapangan dan pergerakan posisi pemain lawan. “Kami gagal membaca serangan mereka dari sisi kiri, juga pergerakan posisi Fermín… Situasinya tidak sesuai dengan yang kami perkirakan,” ungkapnya.
“(Spanyol) adalah tim terbaik, bukan hanya hari ini saja. Namun, kami memberi mereka terlalu banyak ruang. Memang ada hal-hal positif, tapi hanya sedikit. Kami memiliki tim yang bagus. Seharusnya hasilnya tidak seperti ini,” pungkas Bilic, mengungkapkan kekecewaannya atas performa timnya.