KPK Periksa Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Terkait Kasus Suap Bupati Muara Enim

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) V, Bobby Adhityo Rizaldi. Pemeriksaan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa Bobby Adhityo Rizaldi hadir dalam penjadwalan ulang pemeriksaannya pada Senin (28/9/2026). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap terkait audit BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Bobby tercatat hadir sejak pukul 09.57 WIB dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Sebelumnya, Bupati Muara Enim nonaktif, Edison, ditangkap KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6). Keesokan harinya, Selasa (9/6), KPK menetapkan Edison sebagai tersangka. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026 Abi Nurwardani, keponakan bupati Adi Triyadi, serta Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

Diduga, Edison menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Cory Erin Hardi, yang disalurkan melalui Abi Nurwardani. Suap tersebut diduga bertujuan untuk menjaga ‘hubungan baik’ karena PT MSA, selaku supplier smart board, telah mendapatkan proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim pada tahun 2025. Abi Nurwardani juga diduga menerima setoran uang dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. Dalam perkara ini, KPK berhasil menyita uang tunai senilai sekitar Rp 1,9 miliar.

Pada Rabu (10/6), KPK juga melakukan OTT terhadap lima Aparatur Sipil Negara (ASN) BPK. Kelima orang tersebut kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap adanya permintaan uang sebesar Rp 1,6 miliar dari pihak BPK untuk mengubah hasil audit.

Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ke BPK ini, meliputi Angga (pihak swasta), Titin Rita Lestari (ASN atau pengendali teknis), Edison (Bupati Muara Enim), Cory Erin Hardi (marketing PT Millenium Solusi Abadi), dan Fika (Direktur PT Millenium Solusi Abadi).

Bobby Adhityo Rizaldi sebelumnya juga pernah diperiksa oleh KPK pada Juli 2026. Ia kembali dipanggil oleh KPK pada pekan lalu, namun berhalangan hadir. Pemeriksaan kali ini merupakan penjadwalan ulang atas panggilan tersebut.

Tinggalkan komentar