Empat bank terbesar di Indonesia yang dikategorikan dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 menunjukkan kinerja keuangan yang solid hingga Agustus 2026. Penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), serta perolehan laba, baik secara individual maupun gabungan, mencatat pertumbuhan positif.
Keempat bank tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Kategori KBMI 4 ini merujuk pada bank dengan modal inti lebih dari Rp 70 triliun.
Pertumbuhan Penyaluran Kredit
Hingga Agustus 2026, total penyaluran kredit yang dibukukan keempat bank ini telah mencapai Rp 5.034,06 triliun. Angka ini meningkat sebesar 16,64% secara tahunan (year on year/yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 16,95% yoy.
Meskipun demikian, kinerja gabungan keempat bank ini tetap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan kredit industri secara keseluruhan. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit industri pada Agustus 2026 mencapai 13,65% yoy.
Keempat bank terbesar ini menguasai pangsa pasar kredit nasional sebesar 55,81% dari total kredit perbankan yang mencapai Rp 9.019,3 triliun. Secara individual, kinerja pertumbuhan kredit per Agustus 2026 adalah sebagai berikut:
- Bank Mandiri: Rp 1.592,20 triliun (+17,64% yoy)
- BRI: Rp 1.446,98 triliun (+13,66% yoy)
- BCA: Rp 1.017,70 triliun (+10,52% yoy)
- BNI: Rp 977,17 triliun (+27,14% yoy)
Terjadi perlambatan laju kredit pada Bank Mandiri dan BRI, sementara kredit BCA dan BNI mengalami percepatan pertumbuhan.
Peningkatan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Dari sisi penghimpunan dana, total DPK yang dicatatkan keempat bank mencapai Rp 5.724,60 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 16,00% yoy per Agustus 2026, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 15,71% yoy.
Bank-bank KBMI 4 ini mendominasi penghimpunan dana masyarakat di sektor perbankan nasional dengan menguasai 58,81% dari total DPK sebesar Rp 9.732,8 triliun. Rincian pertumbuhan DPK per bank adalah:
- Bank Mandiri: Rp 1.687,21 triliun (+17,56% yoy)
- BRI: Rp 1.655,84 triliun (+12,59% yoy)
- BCA: Rp 1.256,83 triliun (+8,34% yoy)
- BNI: Rp 1.124,71 triliun (+29,40% yoy)
Dibandingkan bulan sebelumnya, kinerja DPK Bank Mandiri, BCA, dan BNI tercatat lebih rendah, sementara BRI mencatat laju pertumbuhan yang lebih tinggi.
Kinerja Laba Bersih
Sepanjang periode Januari-Agustus 2026, total laba bersih yang berhasil diraih oleh keempat bank terbesar ini mencapai Rp 126,76 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,54% yoy, menguat dibandingkan periode Januari-Juli 2026 yang tumbuh 8,73% yoy.
Berikut adalah rincian laba bersih yang dihasilkan masing-masing bank secara individual pada periode yang sama:
- BCA: Rp 40,17 triliun (+2,85% yoy)
- Bank Mandiri: Rp 37,48 triliun (+22,30% yoy)
- BRI: Rp 34,77 triliun (+6,63% yoy)
- BNI: Rp 14,32 triliun (+6,89% yoy)
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, laba bank yang mengalami akselerasi hingga Agustus 2026 adalah BCA dan BNI. Sementara itu, Bank Mandiri dan BRI mengalami perlambatan pertumbuhan laba.