Kementan Belajar Jurnalistik dan Produksi Konten Digital di The Classroom detikcom

Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) menjajal profesi anchor podcast dalam produksi episode spesial detikPagi sebagai bagian dari rangkaian The Classroom by detikcom. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Wisma Pertanian Cipayung, Bogor, pada 23-25 September 2026.

Para peserta, yang merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) di Ditjen Hortikultura, menerima pelatihan komprehensif yang mencakup jurnalistik dasar, strategi media sosial, storytelling, desain strategis, hingga teknik pembuatan video. Materi dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai proses produksi konten komunikasi publik yang informatif, menarik, dan sesuai dengan audiens digital.

Selain sesi materi dan berbagi pengalaman, peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan media ke studio detikcom. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai proses kerja redaksi dan produksi program berita profesional, mulai dari persiapan hingga penyajian konten kepada masyarakat. Pengalaman menjadi anchor podcast dalam produksi episode spesial detikPagi juga memberikan pemahaman praktis tentang proses produksi program media dan pentingnya kolaborasi antarprofesi.

Ghozi Fata Ulwan dari Project Management Unit Horticulture Development in Dryland Areas Project (PMU HDDAP) menyatakan bahwa ia mendapatkan banyak pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan komunikasi pemerintah saat ini. Ia menyoroti pentingnya manajemen krisis dan publikasi, menekankan bahwa humas pemerintah tidak cukup hanya membuat laporan kegiatan, tetapi harus memastikan informasi yang disampaikan memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat.

“Suatu krisis itu akan selalu terjadi. Entah dalam bentuk apapun. Nah, bagaimana caranya kita meng-handle manajemen krisis ini. Kemarin sudah diajarkan oleh Kak Tiara (Redaktur Pelaksana detikNews) bahwasanya ada beberapa teknik-teknik yang harus dilakukan oleh teman-teman humas terutama dalam melakukan publikasi,” ujar Ghozi.

Ghozi juga menekankan pentingnya menentukan angle dari perspektif audiens. Informasi yang dianggap penting oleh instansi belum tentu otomatis menarik atau relevan bagi masyarakat. “Karena tidak hanya memberikan publikasi yang sekadar laporan ke atasan, tapi harus juga berdampak. Caranya gimana? Caranya adalah dengan melihat bagaimana angle audiens,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemampuan ini penting karena banyak kegiatan pemerintah yang bertujuan memberi manfaat bagi masyarakat, namun manfaat tersebut bisa kurang dipahami jika tidak dikomunikasikan dengan tepat. “Kegiatan pemerintah ini kan ada banyak. Kegiatannya ini juga harapannya juga baik untuk masyarakat. Sayang sekali kalau kegiatan yang positif ini tidak dapat tersampaikan dengan baik,” kata Ghozi.

Ghozi berharap kemampuan komunikasi yang diperoleh dapat menghasilkan lebih banyak konten dan membuat informasi program pemerintah menjadi lebih relevan serta mudah dipahami. “Saya merasa ya ini harus, mau tidak mau, harus kami sampaikan. Harus kami terapkan,” ujarnya. Ia meyakini masyarakat berhak tahu apa yang dilakukan pemerintah, dan pemerintah memiliki kewajiban memberikan informasi seluas-luasnya.

Peserta lain, Adhyka Wijaya, mengapresiasi materi dan pengalaman yang diberikan, yang dinilai dapat membekali tim humas Ditjen Hortikultura dalam menjalankan tugas komunikasi publik. “Luar biasa banget. Terima kasih banyak kepada detikcom yang sudah memberikan pemaparan yang luar biasa, yang sangat berguna untuk kita semuanya, untuk seluruh tim humas dari Ditjen Hortikultura,” ujar Adhyka.

Adhyka berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas publikasi program dan kegiatan Ditjen Hortikultura. Ia juga melihat materi The Classroom dapat memperkuat penyampaian informasi mengenai HDDAP, mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program tersebut. HDDAP sendiri adalah program pemerintah di bidang hortikultura yang memberikan dukungan menyeluruh mulai dari benih hingga pemasaran.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol, menyatakan bahwa penyampaian informasi program pemerintah membutuhkan kemampuan mengemas substansi secara tepat sekaligus menarik dari sisi visual dan narasi. Dukungan terhadap The Classroom merupakan upaya Ditjen Hortikultura memperkuat keterampilan jurnalistik dan media digital SDM agar publikasi yang dihasilkan berkaidah, edukatif, serta menginspirasi kemajuan hortikultura Indonesia.

Ketua Tim Kerja Humas dan Informasi Publik Ditjen Hortikultura Kementan, Alif Al Syahban, menambahkan bahwa The Classroom menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan tim kreatif dalam memproduksi berbagai bentuk publikasi. Pelatihan ini tidak hanya membekali kemampuan jurnalistik, tetapi juga pembuatan video, rilis berita, fotografi, hingga videografi.

“Kegiatan Classroom yang dilaksanakan oleh detikcom bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian ini sangat menarik sekali. Kenapa? Karena kita melatih teman-teman tim kreatif Direktorat Jenderal Hortikultura untuk menjadi jurnalis yang hebat,” ujar Alif.

Alif berharap peserta dapat menerapkan kemampuan tersebut dalam menyampaikan berbagai kegiatan pemerintah kepada masyarakat dalam bahasa yang mudah dimengerti. Ia juga mengaitkan kemampuan komunikasi ini dengan kebutuhan publikasi program HDDAP yang berdampak besar bagi masyarakat dalam pengelolaan pertanian lahan kering.

Kegiatan The Classroom by detikcom ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan komunikasi publik jajaran internal, khususnya dalam penguatan jurnalistik, strategi media sosial, branding, dan produksi konten digital melalui pembelajaran interaktif bersama para praktisi media. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran praktis yang mempertemukan peserta dengan para ahli di bidangnya.

Pelatihan menghadirkan praktisi detikcom seperti Redaktur Pelaksana detikNews Indah Mutiara Kami, Head of Brand Studio detikcom Okta Marfianto, dan Lead Social Media Analyst and New Program detikcom Octavianus Tri Endiarto. Kegiatannya dikemas secara interaktif melalui berbagai aktivitas, termasuk ice breaking dan permainan Kahoot Games, untuk mendorong keterlibatan aktif peserta.

Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta mampu mengemas dan mempublikasikan narasi kegiatan HDDAP serta program prioritas lainnya secara lebih efektif. Pelatihan tahap ini mencakup jajaran SDM di tingkat pusat dan akan dilanjutkan bagi SDM di daerah.

Tinggalkan komentar