KEK Batang Gelar Sprint Rally, Bidik Sport Tourism dan Investor Otomotif

BATANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang meluncurkan strategi baru dengan mengembangkan ekosistem sport tourism. Langkah ini bertujuan memperluas fungsi kawasan dan meningkatkan daya tarik bagi para investor, yang diwujudkan melalui penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Putaran 4 pada 25–27 September 2026.

Ajang otomotif ini diikuti oleh 111 pembalap dan navigator dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Lintasan sepanjang 5,3 kilometer di KEK Industropolis Batang menjadi saksi bisu persaingan para peserta.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, menilai bahwa perhelatan otomotif perdana di kawasan ini merupakan momentum penting. Ia berharap ajang ini tidak hanya memperkenalkan KEK Industropolis Batang tetapi juga membuka peluang investasi di sektor otomotif. “Kami berharap ke depannya pergelaran ini bisa terus berkembang hingga mencapai skala internasional,” ujar Moreno.

Apresiasi terhadap infrastruktur KEK Industropolis Batang datang dari Representatif Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), Tanya Kutsenko. Ia menyatakan bahwa fasilitas di kawasan tersebut sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan motorsport. “Fasilitasnya sangat luar biasa dan ini adalah ruang yang sempurna untuk perhelatan motorsport. KEK Industropolis Batang sangat potensial menjadi destinasi bagi para juara internasional,” kata Tanya.

Tanya juga menyoroti tingginya partisipasi pembalap perempuan, yang menurutnya menunjukkan inklusivitas dalam ajang motorsport.

Kejurnas Sprint Rally Putaran 4 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten Khusus Presiden untuk Danantara, Jose Patrocinio Sarmento; Bupati Batang, M Faiz Kurniawan; serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Ahmad Luthfi memberikan apresiasi atas pemanfaatan fasilitas kawasan industri sebagai daya tarik baru. Ia menilai pengembangan ekosistem sport tourism berpotensi menggerakkan ekonomi daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, menyatakan bahwa respons positif dari komunitas balap menjadi indikator kesiapan fasilitas kawasan untuk menjadi tuan rumah kegiatan olahraga berskala besar. “Apresiasi luar biasa dari komunitas balap menjadi validasi bahwa fasilitas kami siap menjadi panggung utama olahraga bergengsi,” tutur Marfan.

Marfan menambahkan bahwa pengembangan sport tourism akan berjalan paralel dengan aktivitas industri di KEK. “Ekosistem sport tourism ini akan terus kami kembangkan secara paralel dengan sektor industri, sebagai wujud komitmen nyata kami dalam menciptakan efek ganda bagi akselerasi ekonomi daerah,” jelasnya.

Sejumlah pembalap nasional turut meramaikan Kejurnas Sprint Rally, termasuk Ryan Nirwan dari Toyota Gazoo Racing Indonesia, TB Adhi dan Emmanuel Amandio dari Dewa United Motorsports, Subhan Aksa dan H Sudirman dari BHD Jhonlin Racing Team, serta Rifat Sungkar dari Team RS Telkomsel 5G.

Kompetisi ini mempertandingkan 13 kategori, meliputi Group R (R1-R3), Group F (F1-F4), Group J (J1-J2), Group M (M1-M2), dan kategori RC (RC2-RC4). Selain itu, penyelenggara juga memberikan penghargaan khusus untuk kategori Supporting Class (Non-Seeded), Best Driver U-23, Best Driver U-55+, Best Driver Wanita, dan Best Team.

Ryan Nirwan/Adi Indiarto dari Toyota Gazoo Racing Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum pertama dan meraih Piala Gubernur Jawa Tengah. Posisi kedua diraih M. Fahrezi Fadh/Respati Adhi dari MAB HRVR, sementara TB Adhi/M Herkusuma dari Dewa United Motorsports menempati peringkat ketiga.

Di sela kompetisi, panitia juga menyalurkan donasi kemanusiaan senilai Rp 50 juta kepada masyarakat korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

KEK Industropolis Batang menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dalam pengembangan ekosistem sport tourism. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan nilai tambah kawasan dan memperkuat daya tarik KEK sebagai lokasi industri dan investasi.

Tinggalkan komentar