SERANG – Rombongan jurnalis dan kru kapal yang dilaporkan hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan hingga memasuki hari ke-20. Dalam upaya doa, keluarga salah seorang jurnalis, Bagus Khoirunas, menggelar salat gaib.
Salat gaib dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas Pondok Parumasan Indah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Minggu (27/9/2026) sore. Sejumlah jemaah turut hadir untuk mendoakan Bagus dan seluruh rombongan yang belum kembali.
Ayah Bagus, Mansyur, menjelaskan bahwa salat gaib ini merupakan bentuk ikhtiar doa mengingat belum adanya kabar pasti mengenai keberadaan putranya selama 20 hari. Meskipun demikian, ia menyatakan keikhlasannya atas peristiwa yang menimpa Bagus.
“Ya semoga diterima iman Islamnya, husnul khotimah, gitu. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan tempat yang mulia gitu ya, Surga Firdaus gitu,” ujar Mansyur kepada wartawan di lokasi. Ia menambahkan, “Tapi kalau masih ada selamat, yaitu alhamdulillah. Ya mudah-mudahan ada keajaiban aja ya dari Allah.”
Mansyur juga mendoakan agar anaknya mendapat status mati syahid karena meninggal dunia saat sedang mencari nafkah. “Karena anak saya ini masuk kategori meninggal syahid ya. Meninggal syahid dalam melaksanakan kerja lah gitu. Dalam melaksanakan kerja atau usaha ya, untuk kehidupan kan gitu,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas segala perkataan dan perbuatan Bagus yang mungkin pernah mengecewakan banyak pihak. Mansyur memohon doa dari semua untuk kelima jurnalis, kapten kapal, dan satu guide yang masih dalam pencarian.
“Kalau Bagus ada kesalahan, ya baik perkataan atau apa sikap, kepada teman-temannya ya saya mohon maaf,” katanya.
Diketahui, rombongan yang hilang terdiri dari jurnalis M Bagus Khoirunas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance). Mereka hilang di Perairan Selat Sunda ketika hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kelima jurnalis tersebut berangkat bersama Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (guide) menggunakan kapal Arupadhatu I pada Senin (7/9). Hingga berita ini diturunkan, hanya Surakman (ABK) yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.