Jong Fest 2026: Wadah Kreativitas dan Potensi Pemuda Kapal

Jong Fest 2026 berhasil menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang berfokus pada pengembangan potensi anak muda di Kelurahan Kapal. Festival yang diselenggarakan bersama Desa Adat Kapal dan berbagai elemen masyarakat ini berlangsung di Lapangan Pratu Made Linggih, Mengwi, pada 25 hingga 27 September 2026.

Acara ini mencakup beragam keseruan, mulai dari stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sekaa Teruna, lomba olahraga, parade adat dan budaya, cerdas cermat Bahasa Inggris, hingga lomba penjor mini. Keberagaman kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah ekspresi dan pengembangan diri bagi generasi muda.

Lurah Kapal, I Nyoman Adi Setiawan, menyatakan bahwa Jong Fest merupakan inisiatif pertama yang digelar di Kapal dengan kolaborasi bersama desa adat dan organisasi kepemudaan. “Tujuannya untuk mengembangkan konsep Aci Tabuh Rah Pengangon atau Siat Tipat,” jelas Adi dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (30/9/2026).

Lebih lanjut, Adi menambahkan bahwa Jong Fest juga menjadi sarana penting untuk memperkenalkan budaya Kapal sekaligus menggali dan mengembangkan potensi masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa selain memiliki budaya yang kuat, Kapal juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa dikembangkan, termasuk di bidang UMKM, olahraga, dan wirausaha,” tegasnya.

Sebanyak 17 Sekaa Teruna mendapatkan kesempatan berharga untuk membuka stan UMKM. Melalui partisipasi ini, mereka tidak hanya belajar mengelola usaha tetapi juga berpeluang mendapatkan pemasukan untuk kas organisasi mereka. “Dari 17 Sekaa Teruna itu kami berikan kesempatan untuk belajar berwirausaha dan berdikari, sehingga mereka bisa mendapatkan uang kas dari jerih payah sendiri,” ujar Adi.

Selain UMKM, lomba cerdas cermat Bahasa Inggris menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian khusus karena tergolong baru dalam festival ini. “Yang paling menarik adalah lomba cerdas cermat Bahasa Inggris karena lomba ini pertama kali dilakukan,” ungkap Adi.

Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah lomba penjor mini, yang dirancang sebagai ruang untuk mengembangkan konsep penjor dalam format yang lebih sederhana. “Penjor mini ini bisa kita minimalisir dari penjor-penjor yang besar, tetapi kita bisa memberikan konsep baru bagaimana penjor itu ke depannya,” imbuhnya.

Pihak penyelenggara mengapresiasi penuh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Badung yang telah mem-backup seluruh anggaran kegiatan. Adi berharap Jong Fest dapat diselenggarakan secara rutin, minimal dua tahun sekali. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Badung karena seluruh anggaran ini dibackup oleh Pemkab Badung. Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan minimal dua tahun sekali,” harapnya.

Sambutan positif dari masyarakat turut dirasakan. Jong Fest dianggap sebagai acara yang sangat dinantikan karena menyediakan ruang bagi warga untuk beraktivitas bersama di luar kegiatan adat yang telah menjadi kewajiban. “Masyarakat kami, khususnya di Kapal, sangat menunggu acara seperti ini karena banyak kegiatan yang kami laksanakan di luar kewajiban masyarakat di bidang adat,” pungkas Adi.

Tinggalkan komentar