Investor Rugi 40% Akibat 10 Saham Anjlok Pekan Ini

Sebanyak 10 saham tercatat menjadi penyebab kerugian parah bagi investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode perdagangan 21 hingga 25 September 2026. Harga saham-saham ini dilaporkan anjlok antara 22% hingga 40% dalam sepekan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri mengalami pelemahan 3,09% selama periode tersebut, ditutup pada level 6.241,8. Angka ini turun dari posisi 6.441,1 pada pekan sebelumnya. Akibatnya, kapitalisasi pasar BEI terpangkas Rp 361 triliun, atau turun 3,2%, menjadi Rp 10.905 triliun dari Rp 11.266 triliun.

Meskipun rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tipis sebesar 2,04% menjadi 29,2 miliar saham, rata-rata nilai transaksi harian justru mengalami penurunan signifikan sebesar 21,32% menjadi Rp 11,98 triliun. Frekuensi transaksi harian juga terpantau menurun 3,95%.

Dalam kondisi pelemahan pasar ini, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell). Pada penutupan perdagangan Jumat, 25 September 2026, investor asing membukukan net sell senilai Rp 559,16 miliar. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, total net sell investor asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp 77,52 triliun.

Saham-Saham Top Losers

Di antara saham-saham yang mengalami penurunan tajam, PT Steady Safe Tbk (SAFE) dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) masuk dalam daftar top losers. Harga saham SAFE dilaporkan ambles 40,1% menjadi Rp 625 dari posisi sebelumnya Rp 272. Sementara itu, saham MSIN anjlok 31% ke level Rp 200 dari Rp 290.

Saham lain yang juga mengalami koreksi signifikan antara lain PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang ambruk 27,6% menjadi Rp 136, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) terpangkas 26,4% ke level Rp 50, dan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang jeblok 26% menjadi Rp 68.

Selanjutnya, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tergelincir 25,2% ke harga Rp 86, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) melemah 25% menjadi Rp 54, dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 23,3% ke level Rp 102.

Dua saham lainnya yang juga masuk dalam daftar top losers adalah PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang jatuh 22,3% menjadi Rp 1.040, serta PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang terpangkas 22,3% ke level Rp 278.

Tinggalkan komentar