JAKARTA – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Jepang. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Upacara penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia ini dilaksanakan di atas kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Rabu (30/9/2026).
Sebanyak 92 personel dari total 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) yang menerima penghargaan, hadir langsung dalam upacara tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi beserta delegasi dari kedua negara.
Penyematan Satyalancana Dharma Samudera secara simbolis dilakukan kepada tiga perwakilan pimpinan JDR. Mereka adalah Commander Deployed Task Force Kolonel Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Kolonel Noma Toshihide, dan Commander Aviation Unit Letnan Kolonel Wakatsuki Shinichi.
Sjafrie menjelaskan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Indonesia atas kontribusi personel Jepang dalam mendukung upaya kemanusiaan untuk menanggulangi karhutla. Ia menambahkan bahwa dukungan Jepang dalam penanganan karhutla merupakan wujud konkret hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang, termasuk implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA).
Menurut Sjafrie, kerja sama pertahanan kedua negara tidak hanya terwujud melalui dialog atau latihan militer, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan saat masyarakat menghadapi bencana. Menteri Pertahanan juga secara resmi melepas Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces (JSDF) yang telah menyelesaikan misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Dalam operasi penanganan karhutla, Jepang mengerahkan helikopter CH-47 Chinook yang diintegrasikan dengan operasi Satuan Tugas TNI. Helikopter ini membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya pemadaman. Dukungan ini dijalankan dengan tetap mengoptimalkan kemampuan nasional Indonesia untuk mempercepat penanganan titik api dan memberikan perlindungan kepada masyarakat secara terkoordinasi.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan apresiasi pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Jepang atas dukungan yang diberikan selama misi penanganan karhutla. Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, turut mengapresiasi sambutan dan dukungan luar biasa dari pemerintah Indonesia terhadap pelaksanaan misi tersebut.
Ueno menyatakan bahwa misi bantuan pemadaman karhutla di luar Jepang ini merupakan pengalaman pertama bagi Pasukan Bela Diri Jepang. “Ke depan kita akan meningkatkan kerja sama serupa untuk Indonesia, baik di bidang bencana maupun kerja sama pertahanan,” kata Ueno, menandakan potensi penguatan kolaborasi di masa mendatang.