Jakarta – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyalurkan bantuan enam unit kapal kepada nelayan di Desa Keurea dan Fatufia, Kecamatan Bahodopi. Bantuan ini diserahkan untuk mendukung aktivitas perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir.
Bantuan tersebut disalurkan berdasarkan identifikasi kebutuhan masyarakat. IMIP menyediakan kapal beserta mesin agar nelayan dapat langsung menggunakannya untuk menangkap hasil laut.
Deputy Departemen Head Community Development & CSR PT IMIP Laurencia Kirana Larasati menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. “Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi perusahaan terhadap keterbatasan sarana produksi nelayan yang selama ini berdampak pada rendahnya efisiensi dan produktivitas kegiatan penangkapan ikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Kapal bantuan yang terbuat dari fiberglass ini memiliki panjang 10 meter dan lebar 1,3 meter. Setiap kapal berkapasitas hingga 10 orang dengan daya angkut maksimum 1,5 ton, serta dilengkapi mesin tempel Yamaha 15 PK berkapasitas 246 CC. Spesifikasi ini disesuaikan dengan kebutuhan kelompok nelayan penerima manfaat.
Laurencia merinci proses penetapan penerima dilakukan melalui verifikasi administratif dan penilaian kebutuhan. “Intervensi dilakukan dengan pengadaan dan distribusi 6 unit perahu fiber dan 6 unit mesin tempel kepada kelompok nelayan penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi administratif dan penilaian kebutuhan,” katanya.
Penetapan penerima turut mempertimbangkan aspek kebutuhan, kesiapan operasional, kapasitas kelompok, serta komitmen dalam mengelola, menggunakan, dan memelihara bantuan secara berkelanjutan. IMIP juga memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan mesin kapal kepada penerima manfaat melalui koordinasi dengan tenaga teknis.
Dengan pelatihan tersebut, diharapkan perahu dapat digunakan dan dirawat secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Dalam jangka menengah dan panjang, bantuan sarpras ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas usaha perikanan tangkap, stabilitas pendapatan rumah tangga nelayan, serta berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan sektor perikanan, khususnya di Desa Fatufia dan Desa Keurea,” jelas Laurencia.
Inisiatif ini mencerminkan aspek sosial dalam kerangka ESG, khususnya melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap peralatan produksi, pelatihan pengoperasian, dan pemeliharaan diharapkan dapat mengubah bentuk bantuan berbasis aset menjadi dukungan yang bermanfaat dalam jangka panjang.
Ke depannya, IMIP akan terus memantau pemanfaatan peralatan dan perkembangan aktivitas produksi masyarakat. Evaluasi terhadap kebutuhan pendukung lainnya, termasuk pelatihan teknis dan pemeliharaan peralatan, juga akan dilakukan. “Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Community Development dan mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri,” pungkasnya.