IHSG Melemah, 6 Saham Melambung Hingga 35% di Tengah Sentimen Global dan Domestik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, tergerus 61,6 poin atau 1,02% hingga menyentuh level 6.009,5. Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan variatif bursa regional Asia, dengan China dan Hong Kong yang libur.

Meskipun IHSG melemah, beberapa saham dalam indeks LQ45 menunjukkan penguatan. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin kenaikan dengan penguatan 2,37% ke harga Rp 865. Selain itu, enam saham berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA) dengan lonjakan harga yang signifikan.

Saham MGNA melesat 35% ke harga Rp 189, diikuti AKKU yang naik 32,3% menjadi Rp 45, dan CCSI melonjak 25% ke level Rp 470. Saham ROCK juga mencatat kenaikan 24,7% ke Rp 2.370, sementara BLTZ naik 24,6% menjadi Rp 2.880, dan SAFE melonjak 24,5% ke Rp 710. Secara keseluruhan, saham MGNA hingga BLTZ membukukan lonjakan harga antara 24% hingga 35%.

Di pasar saham, tercatat 218 saham menguat, 470 saham melemah, dan 275 saham stagnan. Total nilai transaksi bursa pada hari itu mencapai Rp 10,6 triliun.

Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang berhasil menguat dengan kenaikan 0,31%. Sebaliknya, sektor teknologi mengalami pelemahan terdalam sebesar 3,93%, diikuti sektor transportasi (2,02%), barang baku (1,9%), perindustrian (1,8%), properti (1,17%), barang konsumen primer (0,91%), infrastruktur (0,83%), dan kesehatan (0,64%). Sektor barang konsumen non-primer turun tipis 0,1%, sementara sektor keuangan stagnan.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa tekanan pada IHSG dipicu oleh kombinasi perkembangan global dan kondisi ekonomi domestik. Dari sisi eksternal, pasar mencermati pergerakan harga minyak mentah yang bertahan di atas US$ 90 per barel, serta bayang-bayang tingginya imbal hasil obligasi AS dan ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed.

Dalam negeri, Pilarmas menyoroti potensi peningkatan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat tingginya harga minyak dunia, yang juga dapat memengaruhi kebijakan moneter. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi September 2026 sebesar 0,30% secara bulanan (mtm), dengan inflasi kumulatif awal tahun 2,17% dan tahunan 3,28% (yoy).

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa pasar saham domestik juga memantau perombakan Kabinet Merah Putih yang terjadi pada Kamis (1/10/2026). Pasar masih mencerna dampak rotasi kabinet tersebut terhadap arah kebijakan pemerintah dan sentimen investasi.

Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham memberikan keuntungan besar. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) memimpin dengan kenaikan 35% ke Rp 189, disusul PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) yang naik 32,3% menjadi Rp 45, dan PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) melonjak 25% ke Rp 470.

Saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) juga meningkat 24,7% ke Rp 2.370, dan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) terangkat 24,6% menjadi Rp 2.880. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain PT ALSOK Indonesia Services Tbk (SOSS) yang longsor 14,8% ke Rp 1.005, PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) ambles 14,8% ke Rp 184, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) jatuh 14,7% ke Rp 191.

Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) terkoreksi 14,6% menjadi Rp 5.375, dan PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) terkikis 14,2% ke Rp 30.

Tinggalkan komentar