Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menghadapi tekanan untuk menguji level 6.000 pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Analis Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif utama yang membebani pasar. Perkiraan pergerakan IHSG hari ini berada pada rentang resistance 6.300, pivot 6.200, dan support 6.000.
Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas tetap merekomendasikan enam saham yang dinilai memiliki potensi keuntungan atau cuan bagi investor, salah satunya adalah saham UNTR.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mengamati bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan tren pelemahannya setelah penutupan sesi sebelumnya yang berada di bawah level support 6.200. Indikator MACD dan Stochastic RSI turut mengindikasikan adanya tekanan jual yang berkelanjutan. “Dengan kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan menguji area 6.000-6.100,” demikian tertulis dalam riset Phintraco Sekuritas yang dirilis pada Selasa (29/9/2026).
Phintraco Sekuritas menilai bahwa kenaikan harga minyak mentah global, yang dipicu oleh ketidakpastian konflik di Timur Tengah, berpotensi meningkatkan risiko lonjakan inflasi. Jika inflasi melampaui target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI), ada kemungkinan BI akan mengambil langkah untuk menaikkan suku bunga acuan. Berdasarkan kalkulasi BI, setiap kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) diperkirakan dapat menekan pertumbuhan ekonomi sekira 0,1%.
Menyikapi potensi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75%. Bank sentral diperkirakan akan lebih mengandalkan instrumen kebijakan lain untuk menjaga stabilitas nilai rupiah sekaligus mendorong masuknya aliran modal asing.
Di sisi lain, penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS), yang turut didorong oleh kenaikan harga minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, serta peningkatan imbal hasil (yield) obligasi AS, berpotensi memicu aliran modal keluar dari negara-negara berkembang. Kondisi ini dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.
Rupiah Tetap Jadi Perhatian
Sebelumnya, Phintraco Sekuritas menekankan bahwa Bank Indonesia telah menyediakan insentif biaya lindung nilai (hedging) untuk merangsang aliran modal masuk, tanpa perlu menaikkan suku bunga acuan maupun instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Phintraco mencatat bahwa implementasi insentif hedging yang telah berjalan sekitar satu bulan ini telah berhasil mendorong masuknya aliran modal senilai kurang lebih US$ 6 miliar, baik melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun transaksi swap.
Pada perdagangan saham hari Senin, sektor teknologi, material dasar (basic material), dan sektor siklikal menjadi kelompok industri yang paling merasakan tekanan. Sebaliknya, sektor energi dan transportasi tercatat masih mampu membukukan kinerja positif.
Di tengah proyeksi pelemahan IHSG pada hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang berpotensi memberikan keuntungan, yaitu UNTR, MEDC, CBRE, ERAA, ELSA, dan AADI.