IAS Kembali Dipercaya Kelola Logistik MotoGP Mandalika 2026

JAKARTA – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) atau Injourney Aviation Services akan kembali memperkuat rantai logistik dalam gelaran MotoGP Mandalika. Perusahaan ini telah menjalin kerja sama selama lima tahun dalam memenuhi kebutuhan pengiriman dan penanganan kargo ajang balap motor bergengsi tersebut. Kali ini, IAS kembali mendapatkan kepercayaan dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk mendukung logistik penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Direktur Utama IAS, Tri Andayani, menyatakan bahwa dukungannya terhadap MotoGP Mandalika merupakan wujud komitmen IAS dalam menyediakan layanan aviasi dan logistik yang terintegrasi untuk mendukung berbagai acara internasional. IAS berkomitmen memastikan seluruh proses logistik berjalan lancar, mulai dari penanganan barang masuk (inbound) hingga barang keluar (outbound).

“Kesiapan sumber daya manusia yang kompeten serta koordinasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan logistik dapat ditangani secara efektif dan tepat waktu,” ujar Tri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2026).

Pada gelaran tahun ini, IAS berhasil menangani total lebih dari 534 ton kargo. Rinciannya, sekitar 118 ton dikirim melalui jalur laut (sea freight) dan 416 ton melalui jalur udara (air freight). Kargo tersebut meliputi berbagai kebutuhan esensial untuk penyelenggaraan MotoGP, mulai dari peralatan balap (race equipment), mobil pengaman (safety car), hingga perlengkapan tim.

Untuk memenuhi kebutuhan air freight, IAS telah mengelola lima jadwal penerbangan inbound menuju Lombok. Kedatangan kargo pertama menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute Narita, Tokyo, menuju Bandara Internasional Lombok. Setibanya di Lombok, kargo akan menjalani serangkaian proses penanganan sebelum didistribusikan ke Pertamina Mandalika International Circuit.

Dalam pelaksanaannya, IAS menyediakan layanan komprehensif yang mencakup ground handling di pelabuhan laut (seaport) dan bandara (airport), pengurusan kepabeanan (customs clearance), penyediaan peralatan penanganan material (material handling equipment), tenaga kerja bongkar muat, hingga distribusi kargo langsung ke sirkuit. Integrasi berbagai layanan ini memungkinkan seluruh kebutuhan logistik MotoGP ditangani secara menyeluruh (end-to-end).

Guna memaksimalkan kesiapan operasional selama MotoGP Mandalika 2026, IAS juga menambah 180 personel. Tenaga kerja tambahan ini sebagian besar berasal dari masyarakat lokal Lombok. Penambahan personel dilakukan untuk memastikan kapasitas dan kesiapan sumber daya manusia mampu mendukung tingginya kebutuhan operasional selama rangkaian acara berlangsung, sekaligus memberikan kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam penyelenggaraan event internasional.

IAS juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk InJourney Airports, Bea Cukai, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta stakeholder lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran proses logistik selama seluruh rangkaian penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Tri menjelaskan, dukungan terhadap MotoGP tidak hanya berfokus pada kelancaran logistik semata. Lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana seluruh ekosistem dapat berkolaborasi dalam menyajikan layanan terbaik untuk mendukung sebuah acara bertaraf internasional. “Melalui sinergi di dalam ekosistem InJourney Group dan bersama seluruh stakeholder, kami turut berkontribusi terhadap penguatan pariwisata, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” imbuhnya.

Kepercayaan yang kembali diberikan pada tahun ini semakin mengukuhkan peran IAS sebagai penyedia layanan aviasi dan logistik terintegrasi yang siap mendukung berbagai kebutuhan pelanggan serta penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional.

Tinggalkan komentar