JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan kepastian bahwa guru honorer, termasuk yang berada di Cirebon, Jawa Barat, memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada formasi guru. Kesempatan ini juga terbuka bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman mengajar.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa seleksi CPNS untuk formasi guru akan tetap menggunakan mekanisme tes. Baik guru honorer yang sudah mengajar maupun lulusan baru yang belum terjun ke dunia pendidikan dapat mendaftar dan mengikuti tes tersebut. “Guru honorer dapat mengikuti tes CPNS dengan seleksi, semuanya pakai tes dan tes CPNS itu juga bisa untuk mereka yang baru lulus yang belum menjadi guru,” ujarnya.
Meskipun demikian, guru honorer yang ingin menjadi PNS tetap harus melalui proses tes sesuai dengan aturan seleksi yang berlaku. Sementara itu, kebijakan berbeda disiapkan bagi guru yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Ia menegaskan, guru PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada tahun 2027. Pengangkatan ini akan dilakukan tanpa perlu mengikuti tes kembali. “Kalau guru-guru kita itu pertama kan guru yang PPPK paruh waktu, tahun 2027 semuanya kita angkat tanpa tes menjadi PPPK penuh waktu,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mencatat bahwa terdapat sekitar 608 guru honorer di wilayah tersebut. Rinciannya adalah 352 guru SD dan 256 guru SMP. Kepala Disdik Kabupaten Cirebon, Ronianto, menyebutkan bahwa total guru SMP di Kabupaten Cirebon mencapai 2.920 orang, sementara guru SD berjumlah sekitar 7.658 orang.
Ronianto menambahkan bahwa sebagian besar guru honorer di Kabupaten Cirebon telah memperoleh sertifikat pendidik setelah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Guru honorer yang telah memiliki sertifikat pendidik setelah lulus PPG memenuhi persyaratan profesional sebagai tenaga pengajar,” ucap dia.