Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Lava Mengalir 500 Meter ke Tenggara

JAKARTA – Gunung Ili Lewotolok yang berlokasi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami erupsi pada Jumat malam (2/10/2026). Fenomena ini ditandai dengan lontaran kolom abu vulkanik setinggi 300 meter dan luncuran aliran lava segar yang mencapai jarak 500 meter dari kawah utama.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, erupsi tersebut tercatat terjadi pada pukul 21.41 WITA. Kolom abu yang dimuntahkan teramati berwarna kelabu dengan arah condong ke barat.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi sekitar 1 menit 14 detik,” ujar Lana, mengutip laporan Antara.

Selain abu vulkanik yang membubung hingga ketinggian 1.723 meter di atas permukaan laut, pengamatan visual juga mengonfirmasi adanya lelehan lava segar yang mengalir ke sektor tenggara. Aliran lava ini bergerak sejauh 500 meter dari bibir kawah utama.

Saat ini, Gunung Ili Lewotolok masih berada dalam Status Level II yang berarti Waspada.

Badan Geologi telah mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat setempat, pengunjung, maupun wisatawan. Dilarang keras untuk memasuki dan beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, zona sektoral tiga kilometer ke arah selatan dan tenggara juga ditetapkan sebagai area terlarang.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava, serta kemungkinan terjadinya awan panas yang dapat bergerak ke sektor selatan, tenggara, barat, hingga timur laut.

Lebih lanjut, Badan Geologi mengingatkan warga yang tinggal di sekitar gunung api untuk selalu mengenakan masker pelindung hidung dan mulut. Tujuannya adalah untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik. Warga juga diminta untuk menutup rapat sumber air minum mereka guna menghindari kontaminasi.

Tinggalkan komentar