Gubernur Herman Deru Luncurkan Program Pelita Sumsel untuk Operasi Mata Gratis

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi meluncurkan program Pelita Sumsel. Program ini berfokus pada skrining pencegahan kebutaan yang dikombinasikan dengan operasi penyakit mata gratis bagi masyarakat. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Sumsel Babel (BSB), dan Rumah Sakit Khusus Mata Binar.

Herman Deru menyatakan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan mata masyarakat dan sekaligus upaya untuk memperluas akses layanan kesehatan mata, terutama bagi mereka yang membutuhkan tindakan operasi. Ia menambahkan bahwa program ini hadir untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan mata, baik karena kendala jarak tempuh maupun keterbatasan fasilitas di rumah sakit daerah.

“7 tahun lalu saya sudah menginstruksikan kepada BSB untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Tujuannya agar masyarakat Sumsel yang membutuhkan tindakan operasi mata bisa mendapatkan diagnosis awal di RS daerah, dan mendapatkan diagnosis ulang serta tindakan di RS Mata Binar,” ujar Herman Deru. Ia juga meminta BSB untuk aktif menyosialisasikan program ini agar tidak ada lagi warga yang menunda berobat karena kendala biaya maupun informasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Deru menekankan pentingnya pelayanan prima dan akurasi diagnosis oleh tenaga kesehatan. Menurutnya, kepercayaan pasien adalah kunci utama dalam pelayanan kesehatan. “Saya minta kepada para nakes berikan pelayanan sebaik-baiknya. Akurasi diagnosis harus benar. Jika akurasi keliru, inilah yang membuat pasien lebih memilih berobat ke luar negeri, bahkan ada yang memilih berobat ke dukun. Maka membangun kepercayaan (trust) pasien itu sangat penting,” tuturnya.

Gubernur Deru juga mendorong inovasi layanan jemput bola, termasuk pemeriksaan mata yang menyasar sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Sementara itu, Direktur RS Khusus Mata Binar, dr. Lady Kovatiner, menjelaskan bahwa tahun ini program tersebut mendapatkan alokasi dana CSR sebesar Rp350 juta. Kerja sama antara BSB dan RS Mata Binar sendiri telah terjalin sejak 2019.

“Operasi yang dilakukan tidak hanya katarak, kami juga menjalankan program penggaris, yaitu pemberian kacamata gratis ke sekolah-sekolah melalui screening,” jelas Lady. Pasien yang ditangani tahun ini berasal dari Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Kota Palembang. Ia menambahkan bahwa Sumatera Selatan saat ini hampir 100 persen telah mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Direktur Utama BSB, Muhammad Suryadi, menegaskan komitmen BSB di bidang sosial melalui program CSR, termasuk alokasi Rp350 juta untuk operasi mata gratis. “Jika seseorang menderita sakit mata, maka akan tidak produktif. Kegiatan CSR ini tidak akan bisa berjalan sendiri, maka perlu kerja sama dengan Pemprov Sumsel dan RS Mata Binar. Ini merupakan wujud kepedulian BSB, dengan harapan dapat memulihkan kembali penglihatan para penerima manfaat,” tutupnya.

Tinggalkan komentar