Ekonom Ungkap Tantangan Pemulihan Daya Beli Kelas Menengah

JAKARTA – Pemulihan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE), Mohammad Faisal, menilai penciptaan lapangan kerja formal menjadi kunci utama dalam upaya ini.

Menurut Faisal, tantangan ini krusial dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Yang menjadi PR dalam dua tahun terakhir pemerintahan Prabowo dari sisi pemulihan daya beli dan juga mengembalikan kekuatan daripada kelas menengah, yang ini berkaitan juga dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang formal, bukan yang informal,” ungkap Faisal dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Faisal menjelaskan bahwa semakin sulitnya meningkatkan pertumbuhan lapangan kerja formal beriringan dengan kenaikan upah riil yang relatif terbatas. Kondisi ini menyebabkan daya beli pekerja, terutama kelompok kelas menengah, belum sepenuhnya pulih sejak awal pandemi.

Padahal, kelas menengah memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi. Terbatasnya peningkatan pendapatan riil dapat membuat kemampuan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikut tertahan. Hal ini berpotensi berdampak lebih luas terhadap perekonomian, mulai dari tertahannya pertumbuhan ekonomi hingga meningkatnya kesenjangan.

Pergerakan sektor produksi dan sektor riil juga dapat ikut terdampak apabila daya beli masyarakat belum menguat. Oleh karena itu, pemulihan daya beli kelas menengah tidak hanya membutuhkan pengendalian harga, tetapi juga penciptaan lapangan kerja formal yang lebih kuat serta peningkatan upah riil.

Penguatan pasar kerja formal menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menciptakan kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat dan menopang pemulihan konsumsi dalam jangka menengah. “Sejalan dengan makin sukarnya meningkatkan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang formal, lalu juga tingkat upah riil yang relatif tidak banyak membuat daya beli dari kelas menengah ini belum bisa pulih,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar