Pembaruan citra satelit dari Google Maps secara dramatis mengungkap skala kehancuran yang melanda Jalur Gaza akibat agresi militer yang telah berlangsung bertahun-tahun. Visualisasi udara terbaru menunjukkan kawasan permukiman padat dan blok hunian warga yang kini rata dengan tanah, berubah menjadi hamparan puing-puing.
Transformasi lanskap perkotaan Gaza sangat mencolok. Pusat-pusat kegiatan masyarakat dan lingkungan hunian yang sebelumnya ramai kini menjadi area kosong tak berpenghuni. Data satelit ini memberikan gambaran komparatif yang jelas bagi publik dunia mengenai kondisi Gaza sebelum dan sesudah gelombang serangan militer.
Kondisi memprihatinkan ini terus berlanjut di tengah aksi militer yang mengancam jiwa warga Palestina, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Sejak gencatan senjata tersebut dideklarasikan, puluhan bangunan yang rusak akibat gempuran militer dilaporkan ambruk dan menimpa warga yang bertahan di dalamnya.
Masyarakat setempat juga menghadapi krisis tempat tinggal yang akut akibat ketatnya pembatasan pengiriman logistik dan bahan bangunan untuk hunian sementara. Ancaman keselamatan warga tidak hanya datang dari serangan langsung, tetapi juga dari kondisi fisik ribuan bangunan yang mengalami keretakan parah.
Paparan cuaca buruk, curah hujan tinggi, dan angin kencang secara signifikan meningkatkan risiko runtuhnya struktur bangunan yang sudah tidak stabil tersebut.
Data PBB: 82% Bangunan di Gaza Rusak dan Hancur
Tingkat kerusakan infrastruktur sipil di Gaza juga dikonfirmasi oleh lembaga-lembaga internasional. Laporan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Hak Tempat Tinggal mencatat lebih dari 200.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di kawasan Jalur Gaza dalam kurun waktu dua tahun pertempuran.
Sementara itu, pemantauan berbasis citra satelit oleh Pusat Satelit PBB (UNOSAT) per 16 Juni 2026 merekam skala kerusakan yang masif:
- Total Bangunan Terdampak: 201.290 unit (setara 82% dari seluruh total bangunan di Jalur Gaza).
- Rincian Tingkat Kerusakan:
- Unit Rumah Warga: Sekitar 328.627 unit tempat tinggal mengalami kerusakan.
Secara kumulatif, sejak eskalasi agresi militer pada 7 Oktober 2023, dilaporkan lebih dari 74.000 warga Palestina di Gaza gugur dan lebih dari 175.000 lainnya mengalami luka-luka. Diperkirakan 90% dari keseluruhan infrastruktur di kawasan tersebut hancur atau rusak berat.
Eskalasi konflik di Jalur Gaza yang meletus sejak Oktober 2023 telah berkembang menjadi salah satu krisis kemanusiaan dan kehancuran fisik terparah dalam sejarah modern kawasan Timur Tengah. Wilayah pesisir yang menjadi salah satu area terpadat di dunia tersebut mengalami kerusakan sistemik pada seluruh sektor kehidupan, mulai dari fasilitas kesehatan, jaringan air bersih, sarana pendidikan, hingga kawasan pemukiman warga.
Penggunaan citra satelit komersial dan pemantauan independen PBB menjadi instrumen penting bagi masyarakat internasional dalam mendokumentasikan skala kehancuran infrastruktur sipil serta dampak kejahatan perang secara objektif. Di tengah keterbatasan akses fisik bagi jurnalis dan tim pemantau independen, data geospasial memberikan bukti visual tak terbantahkan mengenai tingkat krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh warga Palestina di Gaza.