JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Perusahaan berfokus pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) serta tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG).
Upaya ini membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Platinum, peringkat tertinggi, pada ajang Indonesian Responsible Business Award (IRBA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Perlindungan Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.
Penghargaan diserahkan dalam acara Temu Forum Indonesian Responsible Business dan IRBA 2026 yang mengusung tema “Memperkuat Daya Saing Bisnis Berkelanjutan melalui Human Rights Due Diligence dan Carbon Readiness dalam Menjawab Dinamika Pasar Global”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesian Responsible Business Center pada 24 September 2026 di Jakarta. Proses penilaian melibatkan serangkaian tahap, termasuk penyusunan materi, penilaian dokumen, dan presentasi di hadapan dewan juri.
Penghargaan Platinum yang diterima Bumi Resources menjadi pengakuan atas penerapan human rights due diligence secara sistematis di seluruh lini operasional perusahaan. Penerapan ini mencakup seluruh tingkatan, mulai dari holding hingga unit bisnis, serta isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat, pekerja, lingkungan, dan rantai pasok.
Group Head Corporate Governance and Compliance sekaligus Ketua Tim Hak Asasi Manusia Bumi Resources, Mahmud Samuri, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan cerminan dari upaya berkesinambungan perusahaan dalam membangun tata kelola HAM yang kuat dan menyeluruh.
“Kami percaya bahwa bisnis yang menghormati hak asasi manusia adalah bisnis yang tangguh, mampu mengelola risiko secara lebih baik, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Mahmud dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Mahmud menjelaskan bahwa tata kelola HAM di Bumi Resources tidak hanya dibangun di level holding, tetapi juga diimplementasikan secara konsisten di seluruh unit bisnis. Hal ini dilakukan untuk memastikan isu-isu HAM yang material, baik yang menyangkut masyarakat sekitar, tenaga kerja, lingkungan, maupun rantai pasok, senantiasa diidentifikasi, dipantau, dan dikelola dengan baik.
“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat kerangka keberlanjutan dan tata kelola HAM sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang Bumi Resources, sejalan dengan komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah yang nyata bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan,” imbuhnya.