BTN Kucurkan Rp3 Triliun untuk Perkuat Ekosistem Pangan Nasional ID Food

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan BUMN Holding Pangan ID Food memperluas kolaborasi strategis guna memperkuat bisnis dan ekosistem pangan nasional. BTN berkomitmen menyiapkan plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun untuk mendukung berbagai kebutuhan ID Food Group, mulai dari modal kerja, offtake komoditas strategis, transaksi, hingga digitalisasi.

Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah lanjutan untuk meningkatkan kemampuan ID Food dalam menghubungkan pasokan pangan dari hulu ke hilir.

“Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, makin besar pula kapasitas ID Food untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif,” ujar Ghimoyo dalam keterangan resminya.

Fasilitas pembiayaan yang disiapkan akan dialokasikan untuk berbagai aktivitas bisnis pangan, termasuk komoditas pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng, serta pangan strategis lainnya.

Kolaborasi antara ID Food dan BTN bukanlah hal baru. Sejak tahun 2024, BTN telah memberikan dukungan signifikan untuk berbagai aktivitas bisnis ID Food Group. Dukungan tersebut mencakup Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta pembiayaan untuk bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu.

Hingga saat ini, total fasilitas pembiayaan dari BTN yang telah dimanfaatkan oleh ID Food Group mencapai Rp5 triliun. “Utilisasi sekitar Rp5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. Adapun MoU terbaru ini menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya,” tambah Ghimoyo.

Perluasan kerja sama ini tidak hanya terbatas pada pembiayaan korporasi. Produk dan layanan BTN akan semakin diarahkan untuk menjangkau seluruh jaringan ID Food Group, termasuk supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, serta karyawan.

Secara internal, sekitar 1.600 rekening karyawan dari entitas ID Food Group seperti RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo, telah menggunakan layanan payroll BTN. Digitalisasi juga mulai diimplementasikan melalui revitalisasi Kantin ID Food dan pemanfaatan QRIS dalam ekosistem Bale by BTN.

“Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien,” jelas Ghimoyo.

Menurut Ghimoyo, integrasi pembiayaan, transaksi, dan digitalisasi sangat penting untuk mempercepat perputaran bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok pangan. “Kami mengapresiasi BTN atas sinergi yang telah terbangun sejak tahun 2024. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus tumbuh, menjangkau lebih banyak pelaku dalam ekosistem pangan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menekankan posisi strategis ID Food sebagai Holding BUMN Pangan. Ketahanan pangan merupakan salah satu fundamental utama kekuatan ekonomi domestik. Peran ID Food tidak hanya mencakup produksi, tetapi juga sebagai offtaker hasil pertanian, peternakan, dan perikanan, serta mendukung proses pengolahan, perdagangan, dan distribusi pangan.

“Dengan demikian, ID Food memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen. Karena itu, makin efficient dan connected ekosistem ID Food, makin besar pula kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,” ungkap Nixon.

Nixon memastikan ekosistem strategis seperti ID Food dapat berkembang menjadi lebih efficient, connected, dan scalable. Kerja sama BTN dan ID Food telah dimulai dengan dukungan fasilitas kredit. Namun, BTN berambisi melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis sehari-hari ID Food.

Peran tersebut diwujudkan melalui dukungan transaksi harian, meliputi collection, payment, liquidity management, hingga trade transaction, termasuk kebutuhan finansial pegawai dan mitra ID Food. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting bagi BTN untuk hadir dalam setiap aktivitas bisnis ID Food.

Nixon menambahkan, salah satu potensi besar ID Food adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem ini, mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan, termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalamnya.

“BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID Food. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang makin efficient, inclusive, dan connected,” tutup Nixon.

Tinggalkan komentar