Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Provinsi Banten akan dimulai pada November 2026. Sementara itu, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari, Februari, dan Maret 2027.
Menurut BMKG Wilayah II, sebagian besar wilayah Provinsi Banten diprediksi memasuki awal musim hujan pada November 2026. Sejumlah 5 zona musim (zom) lainnya diperkirakan baru akan memasuki awal musim hujan pada Desember 2026.
Wilayah yang diprediksi masuk musim hujan pada Desember I meliputi Kota Serang bagian selatan dan Kabupaten Serang bagian tengah. Desember II mencakup Kabupaten Lebak bagian selatan. Sementara itu, Desember III meliputi Kota Cilegon, Kabupaten Serang bagian utara, Kota Serang bagian utara, Kabupaten Tangerang bagian utara, dan Kota Tangerang bagian utara.
Terkait sifat musim hujan, sebanyak 92,3 persen zona musim hujan di Banten diprediksi memiliki kategori normal. Hanya satu zona musim yang diprediksi berada di bawah normal, yaitu di bagian timur Kabupaten Pandeglang, tengah Kabupaten Serang, dan barat laut Kabupaten Lebak.
Puncak musim hujan di Banten diperkirakan tersebar dari Januari hingga Maret 2027, dengan rata-rata terjadi pada Februari dan Maret. BMKG memperkirakan puncak hujan terjadi pada Januari di 3 zom, Februari di 5 zom, dan Maret di 5 zom.
Durasi musim hujan diprediksi bervariasi, mulai dari 7 hingga 9 dasarian di wilayah utara, hingga 19 hingga 21 dasarian di wilayah selatan.
Menyikapi prediksi ini, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi. Dalam sektor pangan, disarankan untuk menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tanaman yang berumur lebih pendek, serta mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Untuk sektor kesehatan, BMKG mengimbau peningkatan pemberantasan sarang nyamuk, penguatan kewaspadaan terhadap penyakit berbasis lingkungan, serta memastikan kesiapan layanan kesehatan selama musim hujan.
Dalam bidang kebencanaan, BMKG menekankan pentingnya mengoptimalkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan longsor. Hal ini dapat dilakukan melalui pemantauan informasi cuaca dan iklim, penerapan sistem peringatan dini, serta kesiapan evakuasi masyarakat.