Bitcoin Tertahan di USD 83.000, Akankah Oktober Membawa Kenaikan?

Harga Bitcoin (BTC) terpantau bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (1/10/2026) pagi. Meskipun bergerak cenderung datar, data historis menunjukkan bulan Oktober sering kali membawa catatan positif bagi aset kripto terbesar ini.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.35 WIB, harga Bitcoin tercatat melemah 0,17% menjadi US$ 83.531 per koin. Kapitalisasi pasar kripto global menguat tipis 0,1% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,87 triliun. Indeks CoinDesk 20 yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar juga meningkat 0,05%. Sementara itu, Ethereum (ETH) naik 0,227% ke US$ 2.685, dan Binance Coin (BNB) melonjak 1,36% menjadi US$ 769.

Pluang melaporkan bahwa harga Bitcoin (BTC) masih stabil di atas US$ 83.000. Hal ini terjadi di tengah penurunan signifikan pada perdagangan leverage dan sinyal pasar opsi yang beragam. Opsi untuk bulan Oktober didominasi oleh posisi call, yang mengindikasikan sentimen bullish. Namun, level max-pain di bursa utama berada di bawah harga Bitcoin saat ini, menyisakan potensi tekanan ke bawah.

Total open interest futures Bitcoin mencapai sekitar US$ 53 miliar, dengan Binance dan CME sebagai kontributor utama. Meskipun demikian, eksposur futures saat ini dilaporkan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Analis Bitfinex menilai penurunan leverage dan volatilitas yang rendah dapat membuka ruang bagi pergerakan harga yang lebih didorong oleh permintaan di pasar spot. Level US$ 85.000 menjadi resistensi penting yang jika berhasil ditembus, berpeluang mendorong kenaikan lebih lanjut bagi Bitcoin.

Oktober Bawa Harapan?

FLOQ menjelaskan bahwa Oktober secara historis sering menjadi salah satu bulan yang positif bagi Bitcoin. Namun, sejumlah indikator pasar saat ini menunjukkan bahwa potensi volatilitas masih membayangi pergerakan harga.

Data historis menunjukkan Bitcoin mengalami penguatan dalam 10 dari 15 periode Oktober terakhir, dengan median return sekitar 11,2%. Setelah September ditutup positif, Bitcoin juga tercatat naik dalam empat dari enam periode Oktober berikutnya. Meskipun demikian, pola historis ini bukanlah jaminan Bitcoin akan kembali reli pada Oktober 2026.

Salah satu faktor yang perlu dicermati adalah melambatnya arus dana ke ETF Bitcoin. Kondisi ini dapat menjadi tantangan bagi Bitcoin, terutama jika minat beli dari investor institusional tidak sekuat periode sebelumnya. Dengan posisi Bitcoin yang masih bertahan di atas US$ 83.000, pasar menantikan apakah harga mampu menembus resistensi US$ 85.000 atau kembali mendapat tekanan jual. Pergerakan arus ETF, leverage, serta permintaan pasar spot akan menjadi sejumlah faktor penentu arah Bitcoin selanjutnya.

Tinggalkan komentar