Pengendalian hama memegang peranan krusial dalam menjaga produktivitas dan kualitas bawang merah, khususnya di sentra produksi seperti Brebes, Jawa Tengah. Bagi pelaku industri pertanian, kebutuhan ini turut membuka peluang pengembangan bisnis produk perlindungan tanaman, sejalan dengan strategi inovasi, pendampingan teknis, dan perluasan aplikasi pada berbagai komoditas.
BASF Agricultural Solutions memandang pendekatan ini sebagai bagian dari strategi penguatan pasar produk perlindungan tanaman di Indonesia. Salah satu produk yang dikembangkan adalah Cimegra, yang mulai dipasarkan sejak tahun 2023. Produk ini dirancang untuk membantu pengendalian hama utama pada bawang merah, seperti Thrips, Spodoptera, dan Plutella.
Country Head BASF Agricultural Solutions Indonesia, Jerico Gascon, menekankan bahwa tantangan petani tidak hanya sebatas pada ketersediaan produk pengendalian hama, namun juga pemahaman mengenai penggunaan dan penerapannya di lapangan. “Pengendalian hama yang efektif dan andal tetap menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan budidaya bawang merah. Kebutuhan petani tidak hanya sebatas memiliki solusi untuk mengendalikan hama, tetapi juga mendapatkan pemahaman dan dukungan yang tepat agar solusi tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal di lapangan,” ujarnya.
Jerico menambahkan, inovasi produk harus disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi petani, mengingat serangan hama dapat berdampak signifikan pada hasil panen dan kualitas komoditas. Sebagai bagian dari strategi tersebut, perusahaan telah menggelar kegiatan lapangan di Brebes yang melibatkan sekitar 1.000 petani bawang merah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendemonstrasikan penerapan produk di lapangan, memfasilitasi berbagi pengalaman antarpelaku usaha tani, serta memperkuat pemahaman mengenai pengendalian hama dan metode aplikasinya. Pendekatan berbasis pendampingan dinilai penting dalam bisnis input pertanian, karena efektivitas produk tidak hanya ditentukan oleh formulasi, tetapi juga ketepatan penggunaan.
Bagi petani, pengendalian hama yang lebih terukur dapat membantu menekan potensi kerusakan tanaman selama masa budidaya. Strategi pengembangan produk ini tidak hanya terbatas pada bawang merah. Produk Cimegra telah terdaftar untuk digunakan pada sejumlah komoditas lain, termasuk jagung, tomat, kubis, dan kedelai.
Perluasan penggunaan ke berbagai komoditas mencerminkan strategi diversifikasi pasar di sektor pertanian, terutama pada tanaman pangan dan hortikultura yang memiliki risiko serangan hama berbeda. Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya mengintegrasikan pengembangan produk dengan dukungan teknis dan edukasi bagi petani.
Model bisnis ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar produk perlindungan tanaman semakin bergantung pada kemampuan perusahaan dalam memahami kebutuhan lokal, memperluas cakupan komoditas, serta membangun hubungan langsung dengan petani. Di sisi lain, akses petani terhadap teknologi pengendalian hama perlu diiringi dengan pemahaman penggunaan yang tepat, agar biaya input sejalan dengan manfaat yang diperoleh dalam menjaga hasil panen dan produktivitas.