Krisis Perumahan Spanyol: Protes Meluas ke 50 Kota, Ketegangan di Madrid

Puluhan ribu warga Spanyol memadati jalan-jalan di berbagai kota, menyuarakan tuntutan mendesak untuk penanganan krisis perumahan yang semakin memburuk. Protes ini terjadi menyusul kegagalan sejumlah kebijakan krusial terkait isu perumahan untuk mendapatkan persetujuan parlemen.

Di ibu kota Madrid, pemerintah memperkirakan sekitar 70.000 orang turut serta dalam demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sementara itu, aksi serupa dilaporkan berjalan damai di sekitar 50 kota lainnya di seluruh negeri.

Situasi di Madrid sempat memanas pada Sabtu malam ketika sekelompok aktivis sayap kanan jauh berusaha mendekati para demonstran yang berkemah di Puerta del Sol. Menurut laporan, beberapa di antara mereka melakukan salam Nazi, yang memicu respons polisi. Aparat keamanan menangkap tiga anggota kelompok tersebut dan terpaksa menggunakan peluru karet untuk mengendalikan keadaan.

Konfrontasi juga terjadi di Valencia, sebuah kota di Spanyol bagian tenggara. Polisi dilaporkan menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Sekitar 30 pengunjuk rasa sempat memasuki kompleks budaya City of Arts and Sciences sebelum akhirnya dikeluarkan oleh petugas.

Demonstrasi ini merupakan respons langsung atas penolakan parlemen terhadap paket kebijakan yang dirancang untuk meredakan kemarahan publik. Isu penggusuran seorang wanita berusia 87 tahun di Madrid dan masalah perumahan lainnya telah memicu gelombang protes. Beberapa demonstran bahkan membawa poster yang menyerukan diadakannya mogok umum.

“Ini memalukan. Kondisi seperti ini tidak bisa terus berlanjut,” ujar Nando de Anguulo (26 tahun), salah satu peserta aksi di Madrid, seperti dikutip Reuters. Juru bicara Tenants Union, Valeria Racu, menyatakan bahwa seruan mogok umum akan dibahas lebih lanjut setelah melakukan pembicaraan dengan serikat pekerja.

Secara politis, media Spanyol melaporkan kemungkinan Perdana Menteri Pedro Sanchez mempertimbangkan pemilihan umum lebih awal pada November. Keputusan ini muncul setelah kebijakan perumahannya gagal disahkan. Namun, Kantor Perdana Menteri menolak memberikan komentar mengenai laporan tersebut. Sementara itu, aksi yang telah direncanakan di Barcelona dan Hospitalet de Llobregat terpaksa dibatalkan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Tinggalkan komentar