Bantuan PNM dan BRINS Pulihkan Ekonomi Warga Sade Pascakebakaran

LOMBOK TENGAH – Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Agustus lalu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Peristiwa itu tidak hanya menghanguskan rumah dan tempat usaha, tetapi juga merenggut alat kerja yang menjadi tumpuan hidup keluarga.

Bagi Heppy Susanti, salah satu korban dan nasabah PNM Mekaar, kehilangan tempat untuk menenun dan menjual kain berarti kehilangan sumber utama pemenuhan kebutuhan sehari-hari. “Yang paling berat bukan hanya kehilangan tempat tinggal atau tempat berjualan. Kami kehilangan tempat untuk bekerja. Padahal dari menenun dan menjual kain inilah kebutuhan keluarga sehari-hari dipenuhi,” ujarnya.

Di tengah keputusasaan, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama BRI Insurance (BRINS) hadir memberikan dukungan melalui program Madani Tanggap Desa Adat Sade. Setelah sebelumnya membantu kebutuhan dasar, kini fokus penguatan diarahkan pada pemulihan aktivitas ekonomi warga.

Tahap awal pemulihan telah disalurkan peralatan dapur dan kebutuhan keluarga. Dukungan berlanjut dengan pemberian alat tenun, mesin jahit industrial, serta gawangan yang sangat berarti bagi para perajin. Pemeriksaan kesehatan gratis juga diberikan untuk memastikan pemulihan yang komprehensif.

“Alat tenun ini sangat berarti bagi kami. Mudah-mudahan setelah ini kami bisa mulai menenun lagi, punya penghasilan lagi, dan perlahan mengembalikan kehidupan seperti sebelumnya. Bantuan dari asuransi juga sudah saya terima dan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah Heppy. Sebanyak 56 nasabah PNM Mekaar di Desa Sade bergantung pada usaha tenun, kerajinan, dan penjualan kain khas sebagai sumber penghasilan.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa pemulihan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi harus membuka kembali jalan bagi masyarakat untuk membangun sumber penghidupan. Perlindungan dari BRINS melalui pembayaran klaim asuransi juga menjadi bagian penting dalam proses ini.

“PNM berharap bantuan ini menjadi langkah awal agar ibu-ibu di Desa Adat Sade dapat kembali menjalankan usahanya. Ketika alat kerja kembali tersedia, harapan untuk menghidupkan kembali ekonomi keluarga juga ikut tumbuh. Dan dalam kesempatan ini kami menggandeng BRI Insurance untuk menyalakan harapan itu,” ujar Kindaris.

Desa Sade, yang dikenal dengan rumah tradisional dan kerajinan tenunnya, bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat yang menjaga tradisi sekaligus menggantungkan ekonomi dari pariwisata dan kerajinan.

PNM juga menyiapkan pendampingan lanjutan melalui program pemberdayaan, termasuk klasterisasi usaha, pengembangan Ruang Pintar untuk pendidikan anak, serta akses pasar yang lebih luas. “Ini bagian dari misi pemberdayaan PNM, membuka akses dan kesempatan agar nasabah mampu untuk kembali berdiri setelah bencana, mengembangkan usaha, dan melihat pasar yang lebih luas,” tutup Kindaris.

Meski suara alat tenun belum seramai dulu di antara rumah yang masih menyisakan jejak musibah, kesempatan untuk kembali berkarya menjadi tanda bahwa kehidupan di Desa Adat Sade perlahan bisa dimulai lagi.

Tinggalkan komentar