JAKARTA – Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 1 Oktober 2026, melantik 17 pejabat baru, termasuk di posisi strategis kepolisian, Ombudsman, dan pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, mengemukakan bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Salah satunya adalah potensi ketidakpastian jangka pendek yang timbul akibat reshuffle kabinet tersebut.
Menurut Nafan, pelaku pasar perlu mencermati kesinambungan kebijakan pemerintah. Hal ini mencakup kebijakan fiskal, investasi, hilirisasi, daya beli masyarakat, serta koordinasi antara kementerian dan Bank Indonesia (BI).
Selain ketidakpastian politik, pelemahan nilai tukar rupiah juga memberikan tekanan terhadap IHSG. Pada perdagangan Kamis (1/10/2026), rupiah melemah sekitar 0,40% menjadi Rp 17.966 per dolar AS. Tekanan ini disebabkan oleh kombinasi penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil (yield) US Treasury, dan sentimen penghindaran risiko (*risk-off*) di pasar domestik pasca-reshuffle kabinet.
Dalam negeri, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus sebesar US$ 3,55 miliar. Namun, inflasi pada September 2026 tercatat meningkat menjadi 3,28% secara tahunan (*year-on-year*/YoY), naik dari 3,19% pada Agustus 2026.
Meskipun inflasi masih berada dalam sasaran Bank Indonesia, kenaikannya menjadi perhatian pasar, terutama dengan adanya peningkatan harga minyak dunia. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pencermatan terhadap tekanan harga domestik di tengah kinerja ekspor yang masih solid.
Dari sisi eksternal, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh dinamika imbal hasil US Treasury dan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Penurunan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun sebesar 1,22% menjadi 5,246% dinilai membuka peluang bagi pasar saham untuk mengalami pemulihan teknikal (*technical rebound*).
Pelaku pasar masih menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya US Nonfarm Payrolls. Data ini menjadi salah satu fokus utama dalam memprediksi arah kebijakan suku bunga The Fed dan dampaknya terhadap pergerakan pasar keuangan global.
Secara keseluruhan, Mirae Asset Sekuritas menilai sentimen IHSG pada perdagangan Jumat (2/10/2026) cenderung beragam dengan kecenderungan melemah (*mixed-to-bearish*). Kendati demikian, peluang pemulihan teknikal masih terbuka.
Nafan memperkirakan level *support* IHSG berada di 5.851 dan 5.647, sedangkan level *resistance* berada di 6.016 dan 6.180.
“Sentimen IHSG Jumat ini dapat dikategorikan *mixed-to-bearish* dengan peluang *technical rebound* yang masih terbuka,” pungkas Nafan.