Anak di Bogor Diduga Diracun Ayah, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik

Polisi tengah mendalami dugaan seorang ayah berinisial H (60) tewas akibat diracun oleh anak kandungnya sendiri di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Salah satu organ dalam tubuh korban saat ini masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik Mabes Polri.

Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna menjelaskan bahwa dugaan keracunan masih terus dikembangkan berdasarkan hasil ekshumasi. “Kemarin kan ada dari hasil ekhsumasi itu, ada salah satu organ bagian dalam tubuh (korban) yang kita masih dilakukan tes di Sentul, di laboratorium forensik Polri di Sentul,” kata Ucup dihubungi, Minggu (27/9/2026).

Hasil laboratorium forensik diperkirakan baru akan diketahui setelah tiga minggu pengujian. Organ dalam yang dibawa untuk diperiksa meliputi hati dan usus korban. “Bagian dalam tubuh (yang dicek di laboratorium) kayak usus, kalau nggak salah. Usus dan hati,” ujar Ucup.

Ia menambahkan, pihaknya telah mendorong agar proses ini dipercepat. “Kemarin sih infonya dari Laboratorium Forensik Sentul, menunggu antara 2 minggu sampai 3 minggu untuk hasilnya. Kemarin juga kita dorong lagi supaya proses dipercepat, supaya biar ada proses dalam penyidikan dan keterangan dari dia (pelaku), yang jelas untuk ke arah lebih pengembangan berikutnya,” imbuhnya.

Saat ini, pelaku yang diamankan adalah seorang laki-laki berinisial F (24), yang merupakan anak kandung korban. Namun, Ucup tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. “Untuk sementara pelakunya masih tunggal. Namun, untuk pengembangan-pengembangan nanti, modusnya atau yang lainnya sedang dalam proses pengembangan,” terang Ucup.

Dugaan pembunuhan ini terungkap setelah ekshumasi dilakukan pada Senin (14/9). Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku F tega melakukan perbuatannya karena kesal ditegur pulang larut malam. Peristiwa dugaan pembunuhan ini terjadi di rumah korban di Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, pada Rabu (26/8).

Tinggalkan komentar