10 Tokoh Inovatif Pendidikan Nonformal Masuk Nominasi DPD RI Awards 2026

Jakarta – Panitia DPD RI Awards 2026 telah mengumumkan 10 nama kandidat terpilih untuk kategori Inovator Pendidikan Nonformal atau Pendidikan Luar Sekolah. Para tokoh ini dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam mengembangkan pendidikan nonformal, yang bertujuan memperluas kesempatan belajar bagi beragam kelompok masyarakat.

Kesepuluh kandidat ini merupakan hasil seleksi dari 50 nama yang sebelumnya masuk dalam daftar nominasi DPD RI Awards. Mereka diakui telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan di bidang pendidikan nonformal di wilayah masing-masing.

“Diberikan kepada individu yang memiliki dedikasi dan berkontribusi dalam pendirian dan pengembangan pendidikan nonformal guna memperluas akses pembelajaran dan meningkatkan kesempatan belajar bagi berbagai kelompok masyarakat,” demikian keterangan resmi dari DPD RI, Jumat (25/9/2026).

Berikut adalah daftar 10 kandidat penerima DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah, diurutkan berdasarkan abjad:

  • Afakhrul Masub Bakhtiar
  • Alvian Wardhana
  • Egi Trialogi
  • Fatmawati Arisuddin
  • Gusti Mohammad Hamdan Firmanta
  • Kanaya Malika Amanda
  • Sofian
  • Sri Wahyaningsih
  • Taryaningsih
  • Yudhi Hari Wibowo

Nama-nama yang telah masuk dalam 10 besar ini selanjutnya akan menjalani proses seleksi akhir oleh Dewan Pakar DPD RI Awards 2026. Panitia menekankan bahwa seleksi dilakukan berdasarkan aspek penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.

Ketua DPD Pastikan Proses Penghargaan Bebas Intervensi

Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, menegaskan bahwa seluruh proses DPD RI Awards berjalan secara objektif dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Beliau menilai masih banyak tokoh berdedikasi di daerah yang belum mendapatkan pengakuan yang layak.

“Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar,” ujar Sultan dalam acara DPD RI Awards tahun sebelumnya.

Sultan menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menjaring dan memberikan apresiasi kepada para pahlawan di daerah yang selama ini belum tersorot. Penghargaan ini juga merupakan wujud aspirasi dari masyarakat daerah.

“Kami 152 anggota DPD yang kalau dikonversikan itu hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah ke kami. Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau,” jelasnya lebih lanjut.

Lebih lanjut, Sultan memastikan bahwa pimpinan DPD RI tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi penentuan pemenang. Ia menambahkan bahwa Dewan Pakar yang dilibatkan memiliki kapabilitas dan independensi yang tinggi. “Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara,” pungkas Sultan.

Tinggalkan komentar