Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong para santri dan alumni pondok pesantren untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi. Ia menekankan bahwa pendidikan di pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Sunan Drajat, tidak hanya berfokus pada ajaran agama, tetapi juga mencakup pengembangan ekonomi, kewirausahaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pernyataan ini disampaikan Viva Yoga saat menjadi pembicara utama dalam seminar nasional bertema ‘Kemandirian Pesantren Melalui Transmigrasi’ yang diselenggarakan di Lamongan, Jawa Timur. Ia menyoroti Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai contoh pesantren yang berhasil mengintegrasikan berbagai unit usaha, seperti pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, hingga tata rias. Unit-unit usaha ini menghasilkan produk turunan seperti garam, telur, pupuk, dan ayam potong.
Viva Yoga menjelaskan bahwa Pesantren Sunan Drajat tidak hanya mengajarkan pemahaman agama secara tekstual dan kontekstual, tetapi juga mengimplementasikan pesan-pesan pendiri pondok, KH. Abdul Ghofur, dalam kehidupan sehari-hari. “Apa yang menjadi pesan KH. Ghofur harus diamalkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kawasan transmigrasi saat ini merupakan wilayah pertumbuhan baru yang terbuka bagi berbagai pelaku usaha, mulai dari investor besar hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para santri dan alumni yang telah dibekali kemampuan kewirausahaan memiliki peluang besar untuk berkontribusi di daerah tersebut. “Kawasan transmigrasi butuh pengembangan. Di sana ada lahan yang membutuhkan sumber daya manusia untuk berinovasi dan berinvestasi,” tegasnya.
Kementerian Transmigrasi, menurut Viva Yoga, telah menunjukkan komitmennya sejak 2015 hingga 2024 dengan menginvestasikan lebih dari Rp 20 miliar untuk membangun fasilitas pendukung seperti Islamic Center, asrama santri, dan masjid di berbagai kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Fasilitas-fasilitas ini tersebar di Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, hingga Maluku Utara.
“Infrastruktur fisik telah dibangun, kini saatnya mengisi infrastruktur ekonomi yang digerakkan para santri,” tutupnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) dan dihadiri oleh tokoh-tokoh pesantren serta ratusan alumni dan santri.