Vietjet Raih Penghargaan Bergengsi, Perkuat Posisi di Kancah Global

JAKARTA – Vietjet meraih penghargaan bergengsi “Asia’s Leading Airline Brand 2026” dalam ajang World Travel Awards di Maladewa. Penghargaan ini diraih berkat strategi ekspansi internasional, pertumbuhan jaringan penerbangan, serta penguatan nilai merek yang dilakukan maskapai asal Vietnam tersebut.

Pencapaian ini diraih di tengah upaya Vietjet untuk memperluas skala operasional dan pasar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai ini tidak hanya menambah rute di kawasan Asia-Pasifik, tetapi juga merambah pasar yang lebih jauh, termasuk Eropa.

Data perusahaan menunjukkan bahwa pada semester pertama 2026, Vietjet telah mengangkut lebih dari 13,4 juta penumpang melalui sekitar 72.000 penerbangan. Jaringan maskapai ini mencakup 213 rute, terdiri dari 46 rute domestik dan 167 rute internasional.

Perluasan jaringan tersebut meliputi pembukaan rute-rute baru ke Jepang, Filipina, Sri Lanka, China, dan Kazakhstan. Selain itu, Vietjet dijadwalkan untuk membuka penerbangan Hanoi–Almaty dan Hanoi–Prague pada Oktober 2026. Rute baru ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas konektivitas ke Asia Tengah dan Eropa.

Di Indonesia, Vietjet saat ini melayani penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City.

Selain ekspansi jaringan, penguatan merek menjadi salah satu pilar utama strategi pertumbuhan Vietjet. Berdasarkan laporan Brand Finance, nilai merek (brand value) Vietjet pada 2026 mengalami peningkatan signifikan sebesar 117%, mencapai US$906 juta. Peningkatan ini menjadikan Vietjet masuk dalam daftar 50 merek maskapai dengan nilai tertinggi di dunia untuk pertama kalinya.

Chief Executive Officer (CEO) Vietjet, Nguyen Thanh Son, menyatakan bahwa perusahaan tengah memasuki fase pertumbuhan baru dengan mengembangkan model maskapai hybrid. Strategi ini memadukan efisiensi biaya dengan perluasan pilihan produk dan layanan bagi para penumpang.

“Vietjet memasuki fase pertumbuhan baru dengan memperkuat posisinya sebagai maskapai hybrid yang menawarkan pilihan produk, layanan, dan pengalaman yang semakin beragam,” ujar Nguyen Thanh Son. Ia menambahkan bahwa perusahaan berupaya memperluas konektivitas sambil meningkatkan nilai layanan bagi penumpang seiring dengan penambahan jaringan penerbangan internasional.

Strategi ekspansi ini juga didukung oleh rencana penambahan armada pesawat. Vietjet telah memesan lebih dari 600 pesawat dari Airbus dan Boeing untuk menopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

World Travel Awards menetapkan pemenang berdasarkan pemungutan suara yang melibatkan para profesional industri perjalanan, wisatawan, dan konsumen. Sebelumnya, Vietjet juga telah meraih penghargaan “Asia’s Leading Airline – Customer Experience” selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025) dan “Asia’s Leading Airline – Airline Loyalty Programme” pada 2024.

Tinggalkan komentar