Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan kembali bertemu di Washington pada 23-25 September, empat bulan setelah pertemuan terakhir mereka di Beijing. Meskipun hubungan kedua negara tampak lebih tenang, implementasi kesepakatan yang dicapai di Beijing masih tertinggal.
KTT Beijing sebelumnya menghasilkan gagasan constructive strategic stability, pembentukan Board of Trade dan Board of Investment, serta komitmen pembelian produk pertanian dan pesawat Boeing. Namun, pesanan Boeing belum sepenuhnya menjadi kontrak, pembelian pertanian berjalan lambat, dan pasokan rare earths tetap tidak pasti.
Menjelang pertemuan ini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan USTR Jamieson Greer telah berdiskusi dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengenai Board of Trade dan mekanisme notifikasi insiden AI yang berpotensi berdampak pada keamanan nasional. Akan tetapi, belum ada indikasi bahwa isu tarif, rare earths, Boeing, dan produk pertanian telah terselesaikan di tingkat menteri.
Hal ini menyiratkan bahwa para menteri baru sebatas menyiapkan panggung, sementara Trump dan Xi masih harus menentukan sendiri item pertukaran yang mungkin terjadi. Pertanyaan krusial kini bukan lagi tentang menjaga stabilitas, melainkan seberapa besar kepastian ekonomi yang bersedia diberikan Xi, dan seberapa besar ambiguitas geopolitik, khususnya terkait Taiwan, yang dapat diterima Trump sebagai imbalannya.
Skenario Positif: Paket Transaksional Nyata
Hasil terbaik yang masih realistis adalah sebuah paket transaksional yang konkret, bukan kesepakatan besar atau pengakhiran rivalitas strategis, namun cukup untuk mengurangi sebagian biaya dan risiko hubungan kedua negara.
Skenario ini mencakup perpanjangan gencatan tarif yang akan berakhir pada 10 November, setidaknya selama satu tahun. Kedua negara juga dapat menurunkan tarif atas barang nonstrategis senilai sekitar US$30 miliar. China akan meningkatkan pembelian produk pertanian dan mengonfirmasi pesanan Boeing, sementara AS memberikan kelonggaran terbatas pada sektor yang tidak dianggap strategis.
Bagi Washington, isu rare earths tetap menjadi fokus utama. Keberhasilan harus terlihat dari lisensi yang memungkinkan lebih dari satu pengiriman, akses lebih luas bagi pengguna sipil terverifikasi, kriteria persetujuan yang transparan, dan pemulihan arus ekspor. Mekanisme konsultasi juga diperlukan apabila pengiriman kembali terganggu. Tanpa langkah-langkah ini, kelonggaran China dapat dibatalkan kapan saja.
Paket ini dapat dilengkapi dengan tindakan terkait prekursor fentanyl dan pembentukan dialog AI. Namun, isu Taiwan menjadi hambatan terbesar. Xi kemungkinan tidak akan memberikan konsesi ekonomi bernilai tinggi tanpa membahas penjualan dan pengiriman senjata AS ke Taiwan. Di sisi lain, Trump tidak dapat terlihat menukar keamanan Taiwan dengan transaksi perdagangan.
Peluang skenario ini diperkirakan sekitar 30 persen. Kesepakatan ekonomi mungkin saja terjadi, namun isu Taiwan dapat membatasi ruang transaksi kedua pemimpin.
Skenario Dasar: Stabilitas Rapuh
Hasil yang lebih mungkin terjadi adalah kesepakatan yang cukup signifikan untuk diumumkan sebagai keberhasilan, namun belum cukup rinci untuk menghilangkan sumber perselisihan.
Gencatan tarif akan diperpanjang, dialog AI akan diumumkan dengan rincian diserahkan kepada pejabat teknis, dan Board of Trade akan mulai beroperasi tanpa daftar produk yang sepenuhnya disepakati. China akan mempercepat sebagian lisensi rare earths, namun tetap mengontrol cakupan, durasi, dan penerimanya. Boeing dan produk pertanian akan kembali disebut, namun pelaksanaannya dibiarkan cukup longgar untuk negosiasi ulang.
Hasil ini sesuai dengan kepentingan Xi yang membutuhkan stabilitas hubungan dan perdagangan, tetapi tidak berkepentingan memberikan kepastian penuh mengenai rare earths. Ketidakpastian itu sendiri memiliki nilai strategis bagi China, memungkinkan mereka mempertahankan opsi tekanan.
Trump, yang KTT-nya berlangsung menjelang pemilu anggota Kongres, membutuhkan hasil yang cepat dan mudah dijelaskan kepada pemilih, seperti pembelian Boeing, produk pertanian, atau perbaikan pasokan mineral kritis. Namun, ia juga harus menjaga citra tidak lemah terhadap China, sehingga transaksi besar secara angka mungkin lebih menarik baginya daripada mekanisme pelaksanaan yang rumit.
Di luar ekonomi, Perang Iran dapat menjadi bagian penting dari transaksi. Trump membutuhkan bantuan Beijing untuk menekan Teheran, menjaga Selat Hormuz, dan meredakan harga minyak. Xi dapat menawarkan mediasi atau pengaruh ekonomi terbatas, tetapi tidak akan sepenuhnya menjalankan strategi Washington. Ukraina juga akan dibahas, dengan AS menginginkan China menekan Moskow, sementara Beijing tidak akan mengorbankan hubungan strategisnya dengan Rusia. Dalam kedua isu perang tersebut, hasil yang mungkin hanyalah pengendalian risiko.
Taiwan akan tetap dikelola melalui ambiguitas. Xi akan menekan Trump untuk mengurangi penjualan senjata, sementara Trump akan menahan keputusan final sebagai alat tawar.
Skenario ini diperkirakan memiliki peluang 55 persen. Namun, stabilitasnya mungkin rapuh. Perusahaan AS bisa saja kembali mengeluhkan pengiriman rare earths, Beijing menuduh Washington lambat menurunkan tarif atau memberi kelonggaran teknologi, sementara pesanan Boeing dan produk pertanian tidak berjalan sesuai harapan. Board of Trade mungkin menampung keluhan, tetapi belum tentu dapat menyelesaikannya.
KTT mungkin terlihat berhasil pada hari pengumumannya, namun keberhasilan tersebut dapat mulai terurai dalam beberapa bulan kemudian.
Skenario Negatif: Taiwan Meruntuhkan Paket Ekonomi
Kemungkinan terakhir adalah kunjungan kenegaraan yang hangat secara seremonial, namun gagal menghasilkan kesepakatan substantif, dengan pemicu utama adalah isu Taiwan.
Xi dapat mendesak Trump untuk menghentikan penjualan baru maupun pengiriman senjata yang telah dipesan ke Taiwan. Trump kemudian akan menghadapi tekanan dari Kongres, Partai Republik, dan sekutu yang khawatir Washington menukar kepentingan keamanan dengan keuntungan ekonomi.
Jika Trump menolak, Xi dapat menahan konsesi mengenai rare earths, tarif, dan pembelian produk AS. Sebaliknya, jika Trump memberikan terlalu banyak konsesi, ia mungkin memperoleh paket ekonomi tetapi kehilangan kepercayaan domestik dan dari sekutu AS di Asia.
Dalam situasi ini, gencatan tarif tidak akan memperoleh kepastian baru, Board of Trade hanya menjadi forum konsultasi, dan isu Boeing, produk pertanian, serta dialog AI akan kembali diserahkan pada perundingan berikutnya. Peluang skenario ini sekitar 15 persen, namun dampaknya paling besar karena kegagalan mengenai Taiwan dapat mengembalikan hubungan ekonomi ke jalur eskalasi.
Ukuran Keberhasilan KTT
Keberhasilan KTT seharusnya tidak dinilai dari upacara kenegaraan atau pernyataan bahwa pembicaraan berjalan baik. Yang terpenting adalah perubahan yang dapat dilaksanakan: perpanjangan gencatan tarif yang jelas, daftar produk yang memperoleh penurunan tarif, lisensi rare earths yang lebih luas dan pemulihan arus ekspor yang nyata, serta perubahan komitmen Boeing dan produk pertanian menjadi kontrak. Dialog AI juga baru berarti jika memiliki mandat dan kanal komunikasi yang konkret.
Lebih dari itu, perlu dilihat apakah kesepakatan ekonomi dibayar dengan perubahan sikap terhadap Taiwan yang tidak diumumkan secara terbuka.
Di KTT Beijing, Trump dan Xi membuktikan bahwa dua negara besar yang tidak saling percaya masih dapat mencegah konflik terbuka. Di KTT Washington, mereka harus menunjukkan bahwa stabilitas dapat menghasilkan kepastian tanpa mengubah transaksi ekonomi menjadi konsesi geopolitik. Jika tidak, hubungan AS-China mungkin tetap tenang di permukaan, tetapi selalu berada satu langkah dari krisis berikutnya.