JAKARTA – PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA), pengembang properti yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2007, menunjukkan fundamental yang kokoh. Hal ini tercermin dari tiga indikator utama: daya serap pasar yang kuat, pencapaian target keuangan yang realistis, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan dan tata kelola perusahaan.
Direktur Utama GPRA, Rudy Margono, menyatakan bahwa di tengah perlambatan permintaan pasar properti secara umum, produk-produk perseroan tetap diminati. Hal ini terbukti dari penerimaan kas dari pelanggan yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,6% pada semester I-2026, mencapai Rp154,5 miliar.
Kinerja perseroan menunjukkan akselerasi yang signifikan pada kuartal II-2026, dengan penjualan bersih yang melonjak 32,3% secara tahunan. Pertumbuhan ini semakin memperkuat optimisme GPRA dalam mencapai target keuangan yang telah ditetapkan untuk tahun 2026.
Dalam aspek disiplin keuangan dan tata kelola, Rudy Margono menyoroti upaya perseroan dalam menurunkan utang bank sebesar Rp25 miliar selama enam bulan pertama 2026. Selain itu, GPRA secara konsisten telah membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham selama tiga tahun berturut-turut, menunjukkan komitmen terhadap pengembalian nilai kepada investor.
Secara keseluruhan, pada semester I-2026, GPRA membukukan penjualan bersih senilai Rp202,8 miliar dan laba bruto sebesar Rp108,2 miliar. Margin laba kotor berhasil dipertahankan stabil pada level 53,4%, dengan laba bersih yang tercatat sebesar Rp30,5 miliar.
Kinerja pada kuartal II-2026 secara spesifik menunjukkan penjualan bersih mencapai Rp121,9 miliar. Laba bruto mengalami kenaikan 37,1% menjadi Rp63,8 miliar, sementara laba bersih melonjak tiga kali lipat lebih, dari Rp7,8 miliar pada kuartal II-2025 menjadi Rp24,2 miliar pada kuartal II-2026. Penerimaan kas dari pelanggan pada kuartal tersebut juga meningkat 9,8% menjadi Rp91,9 miliar.
Atas kinerja gemilang tersebut, GPRA dianugerahi penghargaan EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026 untuk Sektor Properti & Real Estat kategori Papan Pengembangan. Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi emiten berkinerja unggul dari 11 sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada para pemegang saham, konsumen, mitra perbankan, serta seluruh insan Gapuraprima yang konsisten menjaga kinerja di tengah siklus pasar yang menantang,” ujar Rudy, Kamis (1/10/2026).
Rudy mengakui bahwa industri properti nasional menghadapi tantangan berat sepanjang 2026. Data dari Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mencatat adanya kontraksi penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal I-2026, meskipun membaik pada kuartal berikutnya. Kenaikan suku bunga acuan BI-Rate, tekanan pada nilai tukar rupiah, serta pemulihan daya beli yang belum optimal, membuat konsumen menjadi lebih selektif.
Menyikapi dinamika pasar tersebut, GPRA menjalankan empat pilar strategi. Pertama, pengembangan produk yang tepat sasaran. Kedua, peluncuran proyek yang selektif dan optimalisasi persediaan, dengan penyesuaian waktu peluncuran klaster baru berdasarkan kondisi permintaan. Ketiga, penguatan pendapatan berulang (recurring income). Keempat, penerapan struktur permodalan yang prudent, dengan prioritas pada penurunan utang berbunga dan penjagaan fleksibilitas keuangan untuk ekspansi yang terukur.
“Kami memandang 2026 sebagai tahun yang menuntut kehati-hatian. Karena itu, fokus kami adalah menjaga kualitas arus kas, menurunkan beban utang, dan memastikan setiap peluncuran proyek didukung oleh permintaan yang riil. Dengan neraca yang sehat dan momentum yang terbangun sejak kuartal II, kami optimistis kinerja semester II 2026 akan lebih baik dibandingkan semester I,” tutur Arvin Fibrianto Iskandar, Direktur GPRA.