JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Pelantikan ini menandai level baru dalam karier Sugiono, yang sebelumnya telah menorehkan sejumlah pencapaian signifikan selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) selama kurang lebih dua tahun.
Dalam upacara pelantikan yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026), Sugiono mengucap sumpah jabatannya. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Sugiono.
Selama masa baktinya sebagai Menlu, Sugiono aktif menjalin hubungan bilateral dengan berbagai negara sahabat. Salah satu fokus utamanya adalah perlindungan dan pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada dalam kondisi terancam di luar negeri. Kementerian Luar Negeri di bawah kepemimpinannya berhasil memulangkan atau merepatriasi lebih dari 27.000 WNI. Angka ini mencakup sekitar 1.200 WNI yang diselamatkan dari jeratan online scam di Myanmar, 9 aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan Israel, 8.000 WNI yang dipulangkan dari Kamboja, serta sejumlah WNI lainnya yang terancam akibat konflik di Iran.
Di kancah internasional, Indonesia di bawah kepemimpinan Sugiono juga mendapatkan kepercayaan besar. Negara ini dipercaya memegang posisi sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB pada tahun 2026. Selain itu, Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Pemeriksa PBB (United Nations Board of Auditors) untuk periode 2026-2032. Prestasi penting lainnya adalah penerimaan Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada Januari 2025.
Pada September 2026, Sugiono mewakili Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, untuk menyampaikan pernyataan resmi Indonesia. Kehadiran Indonesia turut diperkuat melalui partisipasinya dalam berbagai forum multilateral bergengsi, termasuk ASEAN, G20, G7, World Economic Forum, KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh, KTT BRICS, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), D8, dan APEC. Seluruh upaya diplomasi ini dijalankan sesuai dengan Peta Jalan Postur Diplomasi Tangguh menuju Indonesia Emas 2045 yang disusun Kementerian Luar Negeri.
Atas dedikasi dan kontribusinya di bidang diplomasi, Sugiono dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden Prabowo Subianto. Lebih lanjut, di sektor diplomasi ekonomi, Sugiono berhasil memfasilitasi sejumlah perjanjian dagang strategis antara Indonesia dengan berbagai negara dan kawasan. Perjanjian tersebut meliputi: Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia – Canada CEPA, Indonesia – Peru CEPA, Indonesia – Chile CEPA, Indonesia – Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (FTA), Indonesia – Iran Preferential Trade Agreement, Indonesia – Mauritius Preferential Trade Agreement, Indonesia – Tunisia Preferential Trade Agreement, serta Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement.