Saham Ultra Voucher Melonjak 116%, Djoni Jadi Pemegang Saham Signifikan

JAKARTA – Saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), yang dikenal sebagai Ultra Voucher, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 116,26% dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026), saham UVCR menguat 0,76% ke level Rp 266, melonjak dari harga Rp 123 pada tiga bulan sebelumnya.

Perdagangan saham UVCR pada hari itu melibatkan 58,42 juta lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 3.733 kali, menghasilkan nilai total Rp 15,46 miliar. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 September 2026 menunjukkan pergerakan kepemilikan saham yang menarik.

Tercatat nama Djoni muncul sebagai salah satu pemegang saham signifikan dengan menguasai 97 juta saham atau 4,85% dari total saham UVCR. Padahal, pada bulan sebelumnya, Djoni belum tercatat dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan 1% atau lebih.

Perkembangan kepemilikan Djoni semakin terlihat pada data KSEI per 1 Oktober 2026. Melalui broker Mandiri Sekuritas, Djoni tercatat menguasai 102 juta saham atau 5,10% dari total saham UVCR, menjadikannya sebagai pemegang saham mayoritas.

Di tengah lonjakan harga sahamnya, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher tengah mempersiapkan rencana penguatan permodalan melalui penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat fleksibilitas pendanaan demi mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini rencananya akan dialokasikan untuk modal kerja, pengembangan produk dan layanan, peningkatan kapasitas operasional, serta aktivitas pemasaran dan pengembangan pasar.

Dengan penguatan permodalan ini, perseroan optimistis memiliki kapasitas pendanaan yang lebih memadai untuk menjalankan rencana bisnis dan merespons dinamika pasar secara lebih fleksibel melalui ekosistem voucher, rewards, dan loyalty.

“Rencana penguatan permodalan ini menjadi salah satu langkah perseroan untuk memperkuat fondasi pendanaan guna mendukung pengembangan bisnis Ultra Voucher ke depannya,” kata Direktur Ultra Voucher, Riky, dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (19/9/2026).

Riky menambahkan, proses ini akan dijalankan dengan memperhatikan kepentingan perseroan dan seluruh pemegang saham, serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Ke depan, fokus perseroan tetap pada penguatan operasional, pengembangan layanan, dan perluasan hubungan dengan pelanggan, merchant, serta mitra usaha demi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dalam rencana PMTHMETD, perseroan berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 200 juta lembar. Rencana ini akan diajukan untuk persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, serta tunduk pada persetujuan regulator dan Bursa Efek Indonesia.

Modal Baru untuk Pengembangan Usaha

Perseroan memandang langkah ini sebagai alternatif pendanaan yang dapat mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan likuiditas, serta rencana bisnis perseroan.

Rencana penggunaan dana mencakup kebutuhan operasional, pengembangan usaha, pemasaran dan pengembangan pasar, serta kebutuhan modal kerja lainnya yang esensial untuk keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha perseroan.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan rencana PMTHMETD akan disampaikan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku, melalui media komunikasi resmi perseroan dan/atau media lain yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

Calon pemodal dalam aksi korporasi ini adalah PT Trimegah Sumber Mas (TSM). TSM merupakan pemegang saham utama dan pengendali perseroan, dengan kepemilikan saham per 31 Agustus 2026 sebesar 623.557.467 lembar atau 31,18%. Hingga tanggal keterbukaan informasi ini, tidak ada calon pemodal lain selain TSM.

Tinggalkan komentar