Saham GOTO Anjlok Nyaris 90% Sejak IPO, Investor Lepas di Harga Rp 37

JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mengalami tekanan signifikan pada awal sesi I perdagangan Selasa (29/9/2026). Saham emiten teknologi ini langsung anjlok 13,95% dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) di level Rp 37.

Investor menunjukkan kesediaan untuk melepas saham GOTO pada harga rendah, terbukti dengan antrean jual saham di Rp 37 yang mencapai 840 juta lot. Nilai antrean jual ini diperkirakan mencapai Rp 3,1 triliun pada sekitar pukul 09.05 WIB. Sementara itu, realisasi transaksi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) masih relatif tipis, hanya berkisar ratusan juta rupiah.

Perbandingan dengan harga saat Initial Public Offering (IPO) pada April 2022 menunjukkan penurunan drastis. Saat itu, GOTO melepas sahamnya ke publik pada harga Rp 338 per saham. Artinya, saham emiten teknologi ini telah merosot hampir 90% dari harga IPO dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Penurunan tajam ini terjadi sehari setelah perdagangan Senin (28/9/2026), di mana saham GOTO juga jatuh hingga ARB 14%. Peristiwa ini bertepatan dengan perubahan batas harga minimum saham dari Rp 50 menjadi Rp 1.

Sebelumnya, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, memprediksi bahwa tekanan jual pada saham GOTO kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Menurut analisisnya, pergerakan turun saham GOTO berada dalam pola parallel channel dengan support range di angka 36-27.

“Jadi hampir bisa dipastikan GOTO mungkin akan menguji ke area tersebut,” ujar Liza dalam ulasannya, mengindikasikan potensi penurunan lebih lanjut.

Tinggalkan komentar