Jakarta – Polda Metro Jaya telah menyiagakan 4.998 personel gabungan untuk mengamankan jalannya demonstrasi yang rencananya akan digelar oleh massa buruh di area Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini. Personel yang dikerahkan meliputi gabungan dari unsur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta personel Pamdal (Pengamanan Dalam) DPR.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa total personel yang disiagakan di wilayah sekitar DPR adalah 4.998 orang. “Ini gabungan dari TNI, Polri, Pemprov DKI, dan Pamdal DPR/MPR RI,” ungkapnya di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/9/2026).
Budi menambahkan, pada hari yang sama tercatat ada 20 kegiatan demonstrasi dan 17 kegiatan masyarakat lainnya yang tersebar di wilayah Jakarta. Untuk mengamankan seluruh kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan total 17.628 personel. “Secara keseluruhan, personel yang dipersiapkan itu berjumlah 17.628. Ini di DPR kami sampaikan 4.998. Ada 2.500 untuk personel lalu lintas dalam pengaturan lalu lintas,” jelasnya.
Mengenai rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR, Budi menyatakan bahwa hal tersebut akan bersifat situasional. Pihaknya juga telah menyiapkan area parkir khusus untuk kendaraan yang membawa massa demonstran. “Memang dari surat pemberitahuan rekan-rekan KBPBI melaksanakan aksi dimulai jam pukul 10.00. Jadi kita juga melakukan koordinasi dari Direktorat Intelkam untuk waktu, dan kami juga sudah memfasilitasi di parkir Senayan ini, Parkir Timur, untuk bus-bus dari kelompok buruh,” terangnya.
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa personel yang bertugas di lapangan akan mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif. Ia berharap demonstrasi dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kegiatan tetap mengedepankan pelaksanaan dengan pola komunikatif, pendekatan humanis, dan koordinasi. Kita menyampaikan bahwa kehadiran petugas pelayanan TNI, Polri, Pemprov DKI, dan Pamdal untuk mengawal agar aspirasi rekan-rekan kita dari KBPBI dapat tersampaikan dengan baik,” tuturnya.
Budi menegaskan bahwa personel yang dikerahkan dalam pengamanan demonstrasi ini tidak diperbolehkan membawa senjata api, sesuai dengan arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri. “Kami juga mengimbau dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan penyampaian aspirasi sesuai dengan direktif Bapak Kapolda Metro Jaya, petugas Polri tidak diperbolehkan membawa senjata api, termasuk melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan menghormati aktivitas masyarakat lainnya. “Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk kita sama-sama menjaga fasilitas umum, menghormati masyarakat lain yang juga memiliki aktivitas ataupun kegiatan lainnya,” tutupnya.