Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berada di bawah tekanan pada awal pekan perdagangan mendatang. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji rentang 6.186 hingga 6.200 setelah ditutup melemah pada Jumat (25/9/2026). Dalam kondisi ini, investor disarankan untuk mencermati enam saham potensial, mulai dari PTBA hingga AADI, sebagai pilihan investasi.
Perdagangan pada Jumat (25/9/2026) berakhir dengan pelemahan signifikan bagi IHSG, yang anjlok 56,7 poin atau 0,9% ke level 6.241,8. Penutupan ini melanjutkan tren negatif, di mana IHSG telah tergerus 3,09% sepanjang pekan perdagangan sebelumnya.
Secara analisis teknikal, penutupan IHSG di bawah rata-rata pergerakan 100 hari (MA100) menjadi indikator kuat adanya potensi pelemahan lanjutan. Kondisi ini menjadi dasar proyeksi para analis mengenai pergerakan indeks di pekan mendatang.
“IHSG ditutup di bawah level MA100, sehingga IHSG diperkirakan melemah dan berpotensi menguji level 6.186-6.200 pada pekan depan,” demikian catatan Phintraco Sekuritas yang dikutip pada Minggu (27/9/2026).
Menurut Phintraco Sekuritas, salah satu faktor utama yang menekan pasar saham adalah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi global. Kekhawatiran mengenai potensi kelanjutan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (the Fed), menjadi pemicu sentimen negatif ini.
Kenaikan yield obligasi cenderung mendorong sebagian investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman namun menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Selain itu, peningkatan yield obligasi acuan juga berpotensi diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit, yang pada gilirannya dapat meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan.
Selain tekanan dari yield obligasi global, harga minyak yang cenderung bertahan tinggi dalam sepekan terakhir juga memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG. Namun, terdapat indikasi penurunan harga minyak mentah seiring pertimbangan Amerika Serikat dan Iran mengenai kesepakatan bertahap.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memfasilitasi pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran. Dari pasar valuta asing, pergerakan rupiah menunjukkan penguatan tipis 0,03%, ditutup pada level Rp 17.880 per dolar AS.
Rekomendasi Saham Unggulan
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk memfokuskan perhatian pada enam saham yang dinilai memiliki potensi menarik pada perdagangan Senin (28/9/2026). Rekomendasi ini mencakup strategi trading dan target harga spesifik untuk memaksimalkan potensi keuntungan.
Berikut adalah rincian rekomendasi saham dari KB Valbury Sekuritas:
- PTBA
- Rekomendasi: Trading buy
- Target harga: 3.140
- Area masuk: 3.030-3.090
- Level resistance: 3.140, support: 3.030
- Perhatian: Waspada jika tembus 3.030
- Stop loss: 2.920
- AADI
- Rekomendasi: Buy on weakness
- Target harga: 11.425
- Area masuk: 11.100-11.250
- Level resistance: 11.425, support: 11.100
- Perhatian: Waspada jika tembus 11.100
- Stop loss: 10.775
- ITMG
- Rekomendasi: Trading buy
- Target harga: 25.725
- Area masuk: 25.225-25.500
- Level resistance: 25.725, support: 25.225
- Perhatian: Waspada jika tembus 25.225
- Stop loss: 24.725
- ANTM
- Rekomendasi: Buy on weakness
- Target harga: 3.290
- Area masuk: 3.190-3.230
- Level resistance: 3.290, support: 3.190
- Perhatian: Waspada jika tembus 3.190
- Stop loss: 3.090
- UNTR
- Rekomendasi: Buy on weakness
- Target harga: 24.475
- Area masuk: 24.075-24.225
- Level resistance: 24.475, support: 24.075
- Perhatian: Waspada jika tembus 24.075
- Stop loss: 23.675
- AALI
- Rekomendasi: Buy on weakness
- Target harga: 7.950
- Area masuk: 7.775-7.850
- Level resistance: 7.950, support: 7.775
- Perhatian: Waspada jika tembus 7.775
- Stop loss: 7.600