Polres Bekasi Kota Gelar Nobar Film ‘Jangan Buang Ibu’ untuk Perkuat Karakter Pelajar

Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota menggelar kegiatan nonton bareng film ‘Jangan Buang Ibu’ yang dihadiri oleh orang tua, pelajar, dan guru. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter para pelajar melalui pesan moral yang disampaikan dalam film tersebut.

Acara yang diselenggarakan pada Kamis (1/10/2026) ini turut dihadiri oleh unsur Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, kepala sekolah, guru, orang tua, dan para pelajar. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu, menekankan pentingnya membangun kedekatan antara keluarga dan sekolah sebagai fondasi utama pendidikan karakter bagi anak.

Kombes Putu menyampaikan pesan tersebut dalam sesi sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter yang dilanjutkan dengan nonton bareng film ‘Jangan Buang Ibu’. Kisah perjuangan seorang ibu dalam film itu menjadi refleksi mendalam mengenai kepedulian, pengorbanan, dan esensi saling menghargai di dalam lingkungan keluarga.

“Karakter anak dibentuk melalui pengalaman sehari-hari: bagaimana mereka diperlakukan di rumah, dibimbing di sekolah, dan belajar menghargai orang lain. Ketika nilai-nilai itu dijalankan secara konsisten, anak memiliki pegangan untuk menentukan sikap dalam pergaulan,” ujar Putu Kholis.

Kegiatan pendampingan ini sejalan dengan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang digagas oleh Kapolda Metro Jaya, serta Program Jaga Pelajar. Sinergi komunikasi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk mendeteksi persoalan yang dihadapi siswa sejak dini dan memberikan bantuan yang tepat sasaran.

“Anak perlu tahu kepada siapa ia bisa bercerita ketika menghadapi masalah. Orang tua dan guru perlu memberi ruang untuk mendengar, sambil tetap menjelaskan batasan dan tanggung jawab. Kedekatan seperti ini membantu anak berani meminta bantuan dan belajar memperbaiki kesalahannya,” jelas Putu Kholis.

Kepada para pelajar, Putu Kholis berpesan agar senantiasa berani menolak ajakan untuk berkelahi, melakukan perundungan, atau tindakan lain yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Ia berharap pengalaman menonton bersama ini dapat menjadi momentum untuk membuka percakapan antara anak dan orang tua, sehingga nilai kepedulian yang ditayangkan dalam film dapat terwujud dalam sikap nyata, seperti menghargai keluarga, menjaga pertemanan, dan saling membantu.

Tinggalkan komentar